Kompas.com - 01/10/2012, 10:38 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Sony telah setuju menginvestasikan 50 miliar yen (atau sekitar Rp 6,1 triliun) untuk mengambil alih 11,5 persen saham Olympus. Dengan nilai tersebut, Sony telah menjadi pemilik resmi Olympus.

Kedua perusahaan akan bergabung mendirikan perusahaan baru tahun ini. Sony akan menguasai 51 persen saham perusahaan patungan itu.

Selain memproduksi kamera, Olympus juga membuat perlengkapan medis. Nah, perusahaan baru ini juga akan berfokus mengembangkan beraneka perlengkapan medis baru yang tidak mungkin dikembangkan Olympus sendiri, misalnya saja alat endoskopi.

Saat ini, Olympus sedang didera skandal akuntansi yang menyebabkan produsen kamera itu merugi 1,7 miliar dollar AS.

Meski demikian, Sony justru melihat transaksi ini sebagai strategi membalikkan kondisi perusahaan. Sony sendiri telah melaporkan kerugian selama empat tahun berturut-turut.

”Sebagai bagian dari rencana strategi yang kami umumkan pada April 2012, Sony akan mengejar pertumbuhan bisnis medis dengan agresif. Tujuannya adalah mengembangkannya menjadi pilar utama dalam portofolio bisnis kami,” kata Chief Executive Sony, Kazuo Hirai.

Transaksi pembelian saham ini terjadi setelah pimpinan Olympus, Tsuyoshi Kikukawa, terbukti bersalah dalam memalsukan pembukuan. Ia menutup-nutupi kerugian perusahaan akibat sebuah transaksi pada satu dekade lalu, sebesar 1,7 miliar dollar AS.

Skandal tersebut baru terbongkar setelah mantan Chief Executive Olympus asal Inggris, Michael Woodford, dipecat dari posisinya saat ia menantang Kikukawa dan dewan direksi soal pembayaran mencurigakan terkait sebuah akuisisi. (KONTAN/Rika Theo)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X