Kompas.com - 01/02/2013, 16:20 WIB
EditorReza Wahyudi


KOMPAS.com Dulu, para pegawai korporat terbiasa membawa dua smartphone: Satu yang terhubung ke jaringan kantor digunakan untuk bekerja, lainnya untuk keperluan pribadi. Kemudian muncullah tren bring your own device (BYOD) yang dalam hal ini perusahaan mengizinkan pegawainya membawa perangkat (smartphone) sendiri.

Akan tetapi, BYOD menimbulkan masalah lain berupa percampuran data pekerjaan dengan hal-hal yang bersifat pribadi. Data korporat terancam keamanannya oleh malware yang bisa saja menghinggapi gadget pegawai, sementara pegawai bisa kehilangan data-data pribadi seperti foto atau musik ketika IT support melakukan remote wipe (penghapusan data dari jauh).

Nah, dengan BlackBerry Balance, ketidaknyamanan di atas bisa dihilangkan. Setidaknya itulah yang dijanjikan oleh BlackBerry lewat platform BlackBerry 10 yang menjadi andalan barunya.

BlackBerry Balance memungkinkan pengguna perangkat BlackBerry 10 memisahkan fungsi smartphone untuk bekerja dan keperluan pribadi. Aplikasi-aplikasi untuk bekerja pun bisa dibedakan.

Data pengguna dalam dua lingkungan ini terpisah dan saling diamankan. Ketika misalnya remote wipe perlu dilakukan, penghapusan hanya akan terjadi pada data yang berhubungan dengan pekerjaan saja, sementara file pribadi tetap tidak tersentuh.

Begitu mengalihkan ponsel ke mode "personal", seorang pegawai pun bisa dengan bebas men-download aplikasi, menggunakan kamera, dan melakukan hal-hal lain tanpa terbatas oleh kebijakan perusahaan.

Cara berpindah antara mode "bekerja" dan "personal" ini dibuat mudah, hanya dengan melakukan satu sapuan ke arah bawah ketika pengguna berada di Application Screen.

Dengan demikian, diharapkan bisa tercipta sebuah lingkungan "seimbang" antara pekerjaan dan keperluan pribadi dalam satu perangkat BlackBerry 10.

Ide pemisahan lingkungan kerja dan pribadi dalam satu perangkat sendiri sama sekali bukan hal baru. Tahun 2010 lalu, operator T-Mobile pernah menerapkan hal serupa bernama myModes di lini produk myTouch miliknya.

VMware dan ARM juga pernah mengemukakan ide menciptakan virtual layer untuk smartphone, tetapi hingga kini belum terwujud.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.