Jangan Terlena Bikin Game "Biasa Saja"

Kompas.com - 18/03/2013, 08:49 WIB
EditorReza Wahyudi

(Rio Grande Games) Thurn und Taxis

Penulis: Eko Nugroho*

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu kami memainkan sebuah board game berjudul Thurn and Taxis. Sebuah "German Style" board game karya Andreas Seyfarth yang berhasil terpilih menjadi Game of The Year pada tahun 2006.

Setiap pemain berperan sebagai bagian keluarga bangsawan sekaligus pengusaha abad pertengahan yang membuka kantor pos di seluruh Eropa. Game ini sendiri memang terinspirasi oleh kiprah keluarga bangsawan Turn und Taxis yang merupakan perintis pelayanan pos di Eropa.

Permainan berjalan menarik, tetapi yang lebih menarik adalah diskusi yang kemudian hadir setelah permainan berakhir. Seluruh pemain merasa diajak menjelajah dan mempelajari lokasi berbagai kota di Jerman dan Eropa. Bahkan sebagian sangat termotivasi untuk mengetahui lebih banyak tentang keluarga Turn und Taxis.

Game tersebut memang dilengkapi dengan suplemen khusus yang menampilkan informasi mengenai keluarga Thurn und Taxis sehingga ketertarikan para pemain bisa langsung terpenuhi dan ada kepuasan luar biasa yang kemudian hadir.

Terlepas bahwa game tersebut mungkin sepenuhnya hanya ditujukan sebagai media hiburan, ternyata ia juga mampu menyampaikan berbagai informasi secara efektif, dan untuk sebagian orang ia mampu memberi motivasi untuk belajar lebih banyak tentang hal baru.

Disadari atau tidak, game pada dasarnya tidak hanya berpotensi sebagai media hiburan semata, ia juga mampu menjadi media penyampai informasi, serta media pembangkit motivasi yang efektif.


Advergame

Beberapa tahun terakhir advergame, atau game-game yang berperan sebagai media marketing, berkembang sangat pesat termasuk di Indonesia. Ini menjadi bukti betapa game diakui mampu berperan sebagai sebuah media penyampai informasi.

Pada buku "Good Video Games and Good Learning" Profesor James Paul Gee bahkan membahas secara lengkap mengenai potensi game sebagai sebuah media belajar yang sangat menjanjikan.

Belakangan ini mulai muncul istilah "Gamification" atau pemanfaatan konsep game di luar game itu sendiri. Walau mungkin belum optimal pemanfaatan konsep game sebenarnya telah kita jalani sejak lama.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X