Kompas.com - 18/04/2013, 08:40 WIB
EditorEgidius Patnistik

BOSTON, KOMPAS.com — Para penyidik AS, Rabu (17/4/2013), mengatakan, mereka telah menemukan foto seorang tersangka yang mungkin telah menanam bom rakitan yang menewaskan tiga orang dan membuat cacat puluhan orang lainnya di Maraton Boston. Foto itu bisa menjadi pintu terobosan dalam memburu para pelaku, dua hari setelah ledakan yang melukai 180 orang tersebut.

Kantor berita AFP melaporkan, seorang pejabat penegak hukum mengungkapkan, "Ada foto seseorang, seorang yang berpotensi jadi tersangka," dan para petugas sedang bekerja untuk mencari dan mengidentifikasi orang itu. Kantor berita itu mengutip harian The Boston Globe yang melaporkan bahwa sebuah kamera pengintai dari sebuah toko swalayan  dan fotografer lepas mungkin telah merekam tersangka penanaman salah satu dari dua bom yang meledak di garis finis lomba lari maraton pada Senin lalu itu.

Sejumlah laporan media lain menunjukkan, ada sejumlah foto tentang tersangka yang melarikan diri sementara orang-orang lain merunduk ke tanah saat ledakan itu.

Sementara Fox News dalam situs webnya melaporkan, sebuah sumber penegak hukum federal mengungkapkan kepada media itu bahwa penyelidik sedang mencari dua orang yang merupakan orang-orang yang diduga terlibat dalam serangan teror itu dan telah mendistribusikan sejumlah foto hanya untuk kalangan penegak hukum. FBI, kata Fox, tidak menyebarkan foto-foto itu ke masyarakat.

Seorang wartawan Fox News telah melihat foto-foto tersebut. Menurut wartawan itu, salah satu dari dua orang itu membawa ransel yang tampaknya cocok dengan tas yang diyakini telah digunakan dalam serangan tersebut. Pria yang lain juga tampaknya membawa tas sejenis. Sumber itu meminta agar foto-foto tersebut tidak disebarkan ke publik karena takut akan membahayakan penyelidikan.

Berita tentang foto-foto itu muncul saat para penyelidik sepanjang Rabu kemarin meneliti foto-foto dan rekaman video serta menyatukan kembali sisa-sisa robekan bom dalam upaya untuk membidik para tersangka di balik serangan itu.

Karena tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, FBI mengatakan, pihaknya sedang melancarkan perburuan ke "seluruh dunia".

Warga kota Boston sendiri masih gelisah, saat orang-orang di gedung pengadilan federal dan sebuah rumah sakit di kota itu dievakuasi, sementara laporan yang simpang siur tentang penangkapan tersangka pelaku memicu kecaman keras dari Biro Investigasi Federal AS (FBI).

Gubernur Massachusetts, Deval Patrick, mengatakan kepada CNN, penyelidikan akan berjalan lambat, penyelidikan itu akan menjadi metodis, dan meminta masyarakat bersabar. "Dengan penuh hormat pada keingintahuan publik dan media, tidak semuanya setiap menit (hasil penyelidikan) dapat diungkapkan. Karena beberapa (dari informasi itu) mungkin dapat mengganggu penyelidikan," katanya.

FBI telah merilis sejumlah foto sisa-sisa logam yang hancur dari sebuah panci presto yang diyakini telah digunakan pada salah satu bom, yang menyemburkan paku, gotri, dan pecahan-pecahan logam ke kerumunan besar orang di garis finis lomba maraton itu. Penutup salah satu panci presto itu ditemukan di atap sebuah hotel di dekat lokasi ledakan, kata pemilik hotel itu kepada AFP. Cabikan tas nilon hitam yang diyakini telah digunakan untuk membawa bom juga telah ditemukan.

Para dokter di rumah sakit di mana para korban luka parah dirawat mengatakan, gotri dan paku yang diambil dari para pasien digunakan dalam penyelidikan. George Velmahos, kepala bedah trauma Rumah Sakit Umum Massachusetts, mengatakan, logam-logam itu telah diserahkan kepada polisi. Dia mengatakan, ada 12 paku yang telah diambil dari seorang pasien.

Peter Burke, kepala bedah trauma di Boston Medical Center, juga mengatakan, potongan-potongan logam telah disisihkan untuk polisi. Dia mengatakan, beberapa dari paku-paku itu panjangnya sekitar lima sentimeter. Bukti-bukti sedang dikumpulkan untuk analisis di laboratorium utama FBI di Quantico, Virginia.

Sementara itu, Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama akan mengunjungi Boston pada Kamis waktu setempat untuk menunjukkan solidaritas terhadap para korban dan keluarga mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.