Ingin Sukses, Jadilah "Software" Versi Beta

Kompas.com - 29/04/2013, 15:29 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

LinkedIn

KOMPAS.com — LinkedIn dikenal sebagai jejaring sosial berorientasi bisnis yang menyasar target pengguna dari kalangan profesional. Melalui jejaring ini, para anggota bisa menjalin relasi, mengelola citra profesional mereka, serta mempromosikan diri untuk menarik perhatian para headhunter ataupun calon partner bisnis mereka.

LinkedIn didirikan pada tahun 2003 oleh Reid Hoffman dan beberapa rekannya, yakni Allen Blue, Konstantin Guericke, Eric Ly, dan Jean-Luc Vaillant. Popularitas LinkedIn terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Februari 2012, LinkedIn mengumumkan telah memiliki anggota sebanyak 150 juta pengguna di tingkat global. Sementara pada Januari 2013, jumlah anggotanya telah bertambah menjadi 200 juta pengguna dari 200 negara di dunia.

Sebagai jejaring sosial yang mempertemukan para profesional di ranah maya, LinkedIn kini juga sudah diandalkan sebagai media iklan dan promosi seperti Facebook dan Twitter. Bisnis LinkedIn pun terus berkembang. Pada 11 April 2013 lalu, misalnya, LinkedIn mengumumkan akuisisinya atas Pulse, sebuah layanan aplikasi news reader, dengan nilai transaksi sebesar 90 juta dollar AS.

"The Start-Up of You"

Kesuksesan LinkedIn tidak terlepas dari peran Reid Hoffman, co-founder sekaligus chairman perusahaan itu. Pria yang lahir di Standford, California, pada 5 Agustus 1967 itu dikenal sebagai salah seorang entrepreneur dan investor andal di AS.

Pada tahun 1994, Hoffman memulai pekerjaan pertamanya di divisi pengembangan produk Apple, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak. Baru beberapa bulan bekerja di divisi tersebut, dia merasa tidak cocok dan ingin pindah ke divisi lainnya, yakni divisi manajemen produk. Namun, ada satu kendala yang dia hadapi. Orang-orang yang bisa masuk ke divisi manajemen produk harus punya pengalaman kerja beberapa tahun di bidang tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun begitu, Hoffman tetap nekat. Dia mendekati James Isaacs, direktur manajemen produk Apple pada saat itu. Kepada Isaacs, Hoffman mengatakan ingin belajar mengenai manajemen produk. Dia juga menawarkan diri untuk membantu mengerjakan beberapa proyek yang ditangani oleh Isaacs dan timnya dengan merelakan waktu luangnya. Permintaan Hoffman disetujui oleh Isaacs. Meskipun pada akhirnya Hoffman keluar dari Apple dan sempat berpindah kerja ke beberapa perusahaan lainnya sebelum mendirikan LinkedIn, dia telah mendapatkan ilmu yang dia perlukan untuk mengembangkan kariernya di masa depan.

Pengalaman tersebut diceritakan Hoffman dalam buku berjudul The Start-Up of You: Adapt to the Future, Invest In Yourself and Transform Your Career yang dia tulis bersama Ben Casnocha, rekannya yang juga seorang entrepreneur. Lewat buku yang diterbitkan pada tahun 2012 itu, Hoffman dan Casnocha ingin menjangkau setiap orang dari industri mana pun yang ingin mengembangkan kariernya.

Dalam buku itu, Hoffman memaparkan cerita dan pendapatnya dari sudut pandang seorang entrepreneur dan sebagai orang internal di Silicon Valley. Dia mengajarkan pentingnya mengejar karier dan menunjukkan bahwa untuk sukses terkadang orang harus mau merelakan waktunya untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bukan merupakan tugasnya. Contohnya, seperti yang dia lakukan ketika bekerja di Apple dulu.

Setiap orang adalah "bisnis"

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.