Kompas.com - 30/04/2013, 09:00 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Terduga pelaku penyerangan perusahaan pengawas anti-spam, Spamhaus, telah ditangkap. Menurut pihak berwenang Spanyol, pelaku kewarganegaraan Belanda ini sudah diringkus di kota Granollers, sekitar 35 km dari kota Barcelona, Spanyol.

Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri Spanyol menjelaskan, si pelaku tidak melancarkan aksinya di rumah atau bangunan. Ia beserta anggota tim lainnya menggunakan sebuah mobil van sebagai kantor dan berkeliling sambil mengirimkan paket data sebesar 300Gbps ke server Spamhaus.

Sekadar informasi, besarnya serangan tersebut dinyatakan sebagai yang terbesar dalam sejarah dunia internet.

Dikutip dari PC World, Senin (29/4/2013), mobil van yang digunakan oleh para peretas ini ternyata sudah dilengkapi dengan berbagai perangkat, termasuk router, sebuah komputer Mac Mini, laptop, antena, dan juga sebuah buku novel berjudul Quicksilver karya Neal Stephenson.

Selain itu, terdapat juga dua buah stempel karet bertuliskan "Nato Secret" dan "Nato Classified".

Terduga "diplomat" dari negara CyberBunker

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terduga pelaku penyerangan ini diketahui memiliki nama Sven Kamphuis. Namun, pihak berwenang Spanyol tidak secara terang-terangan menulis nama tersebut dalam laporannya. Mereka lebih suka menyebut inisial nama sang terduga pelaku, yaitu S.K. Hal tersebut dilakukan untuk masalah privasi.

Kamphuis sendiri diduga sebagai anggota grup Stophaus, sebuah kelompok yang dibentuk untuk menghalang-halangi kerja Spamhaus.

Pada saat penangkapan, pria 35 tahun yang berasal dari Alkmaar Belanda ini mengaku sebagai diplomat dari Republic of CyberBunker.

CyberBunker.com sendiri adalah sebuah hosting provider yang berbasiskan di fasilitas bekas militer di Belanda. Kelompok provider ini terkenal karena menolak upaya penegakan hukum penghapusan konten tertentu dari internet. Perusahaan tersebut mengaku tidak terlibat dalam spam dan tidak mengizinkan traffic SMTP, protokol yang digunakan untuk mengirimkan e-mail.

Kamphuis akan segera diekstradiksi dari Spanyol untuk menghadapi tuntutan hukum di Belanda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.