Game "Bandung" INheritage Belum Mau ke Android

Kompas.com - 30/05/2013, 10:06 WIB
EditorReza Wahyudi

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengembang gim asal Bandung, Tinker Games, baru saja meluncurkan karya kedelapan mereka berjudul "INheritage: Boundary of Existence" di App Store. Untuk sementara, mereka masih serius menyempurnakan gim ini dan belum berencana memporting gim ke platform Android.

Hal itu dikemukakan Chief Operating Officer Tinker Games, Jeffin Andria Prabowo, yang ditemui sebelum peluncuran gim mereka di Pusat Kreatif Digital di Bandung, Rabu (29/5).

Peluncuran dihadiri CEO Tinker Games, Panji Prakoso, maupun pemimpin proyek INheritage: Boundary of Existence Mukhlis Nur. Gim bergenre Shmup atau Shoot 'Em Up ini resmi beredar pada tanggal 23 Mei.

"Kami juga berencana menerjemahkan gim ini ke bahasa Jepang," kata Jeffin.

Disinggung lebih jauh, Jeffin mengatakan bahwa Tinker Games akan menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia maupun Inggris ke Jepang tanpa mengubah sedikitpun vokalnya. Dengan demikian, pemain di Jepang bisa membaca kisahnya tapi mendengar dengan bahasa Indonesia. Hal itu memang disengaja oleh pengembang.

Setelah rilis, Tinker Games belum berencana untuk menggarap gim baru, mereka masih harus menyempurnakan gim ini berdasarkan masukan yang diberikan oleh pemain. Konten baru juga belum bisa dipastkan.

Jeffin mengatakan, pihaknya memang banyak mendapatkan masukan dari pemain untuk memindahkan gim ini ke platform Android, tapi dia sendiri pesimistis. Alasannya, butuh banyak sumberdaya untuk melakukannya mengingat mereka harus menyesuaikan gim dengan berbagai jenis dan tipe handset, mulai spesifikasi perangkat keras hingga ukuran layar.

Bila dipaksakan, Jeffin mengkhawatirkan ada pemain yang mengalami hal yang tidak mengenakkan dalam memainkan gim tersebut seperti pelambatan atau layar yang terpotong.

Sementara itu, dalam presentasinya, Panji mengatakan bahwa INheritage: Boundary of Existence ini berupaya mengangkat kebudayaan Indonesia tanpa terjebak mengangkat wayang seperti dilakukan kebanyakan gim. Mereka mengangkat corak kebudayaan mulai motif batik, pakaian, hingga binatang endemik seperti elang jawa maupun domba garut. (eld)

Didit Putra Erlangga/Kompas CEO Tinker Games, Panji Prakoso, sewaktu memberikan pemaparan dalam peluncuran INheritage: Boundary of Existence.

 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X