ARM Rilis Cortex A-12, Prosesor Ponsel "Sedang"

Kompas.com - 05/06/2013, 10:03 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perusahaan perancang prosesor ARM Holdings ingin lebih serius di segmen pasar kelas menengah. Dalam pameran produk elektronik Computex 2013 di Taiwan, perusahaan memperkenalkan desain prosesor ARM Cortex A-12 yang dioptimalkan untuk perangkat mobile kelas menengah, Senin (3/6/2013).

Nantinya, prosesor dengan desain Cortex A-12 akan digunakan pada perangkat yang harganya berkisar 200 sampai 350 dollar AS. ARM mengklaim prosesor ini menawarkan performa 40 persen lebih baik dari prosesor sebelumnya, Cortex A-9.

Prosesor dengan desain arsitektur ARM dikenal karena teknologi yang dapat menghemat konsumsi daya, namun tetap memiliki performa yang baik. Hal inilah yang membuat prosesor berarsitektur ARM paling banyak digunakan oleh perangkat portabel seperti ponsel pintar dan tablet. Kebanyakan perangkat Android, BlackBerry 10, Windows Phone, maupun iOS, menggunakan prosesor dengan desain ARM.

Dengan prosesor Cortex A-12 ini, ARM menargetkan ada 500 juta perangkat mobile pada tahun 2015 mendatang.

ARM Holdings sendiri punya model bisnis yang unik, di mana mereka tidak memproduksi prosesor, melainkan hanya menjual lisensi hak paten desain arsitektur ARM kepada para mitra seperti Qualcomm, Nvidia, Texas Instrument, STMicroelectronics, Apple hingga Samsung. Nah, mitra-mitra ini melakukan pengembangan lagi dan memproduksi prosesor ARM.

Perusahaan asal Inggris ini tidak puas diri berkuasa dalam bisnis perangkat mobile. Mereka ingin menyaingi desain arsitektur x86 buatan Intel yang saat ini dominan dalam bisnis perangkat komputer pribadi. Intel sendiri masih jadi pembuat chip terbesar di dunia.

"Mereka adalah pesaing yang sangat besar, juga pesaing besar untuk mitra kami. Kami memiliki model bisnis yang berbeda, di mana kami menjual lisensi hak paten," kata Wakil Presiden Eksekutif untuk Pemasaran ARM Ian Drew kepada Reuters.

ARM selama ini juga punya pangsa pasar, meski kurang dominan, di industri alat pacu jantung sampai alat elektronik untuk memanggang roti. Di kemudian hari, perusahaan berharap desain prosesornya bisa dipakai dalam gadget wearable atau produk teknologi yang dipakai di badan manusia, seperti jam tangan pintar atau kacamata pintar.

Untuk lebih mengenal ARM beserta teknologinya yang jadi penguasa di pasar mobile, silakan baca artikel berikut ini.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.