Dua Juta PC Disterilkan dari Virus "500 Juta Dollar"

Kompas.com - 20/06/2013, 13:27 WIB
EditorReza Wahyudi

Aditya Panji/KompasTekno Microsoft

KOMPAS.com — Perusahaan pembuat perangkat lunak Microsoft mengklaim telah membebaskan 2 juta komputer pribadi (PC) dari virus yang diyakini telah mencuri uang sebesar 500 juta dollar AS dari nasabah bank di berbagai negara.

Asisten Penasihat Umum Unit Kejahatan Digital Microsoft Richard Domingues Boscovich mengatakan, sebagian besar PC yang terinfeksi berada di Amerika Serikat, Eropa, dan Hongkong.

Sejak awal Juni, Microsoft menjalin kerja sama dengan FBI dan pihak berwenang lain di 80 negara untuk mendeteksi 1.400 jaringan komputer berbahaya yang mengandung Botnet Citadel. Jaringan berbahaya ini diputus dan dibersihkan aksesnya agar tidak menginfeksi komputer lain.

"Kami telah membebaskan minimal 2 juta PC secara global," kata Boscovish seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/6/2013).

Microsoft menilai Citadel merupakan salah satu Botnet paling berbahaya saat ini. Pembuatnya membundel progam jahat tersebut dalam sistem operasi Windows versi bajakan.

Hingga kini, Microsoft dan pihak berwenang terus melakukan pencarian Botnet Citadel yang masih beroperasi. Diduga, pelakunya menggunakan nama samaran Aquabox. Boscovish memprediksi Aquabox berada di Eropa Timur.

FBI menyatakan telah bekerja sama dengan Europol dan pihak lain di luar negeri untuk menangkap pelaku yang belum diketahui pasti identitasnya.

Menurut dokumen yang diajukan Microsoft kepada pengadilan, Botnet Citadel diprogram untuk mencuri data lembaga keuangan. Program jahat tersebut menargetkan bank global seperti Bank of America, Credit Suisse, HSBC and Royal Bank of Canada.

Perusahaan penyedia pusat data (data center), menurut Microsoft, biasanya tidak menyadari bahwa server mereka telah dimanfaatkan untuk menjalankan Botnet. Dalam menjalankan aksinya, Microsoft mendapat izin dari pihak berwenang untuk menutup sebuah server di Amerika Serikat karena diduga menjadi tempat beroperasinya Botnet Citadel.

Penjahat cyber mengirimkan e-mail spam untuk menyebarkan virus. Biasanya, di dalam e-mail tersebut terdapat tautan (link) menuju situs web berbahaya. Pengguna internet yang kurang peduli keamanan cyber biasanya akan mengklik tautan tersebut dan mulailah virus itu menginfeksi komputernya.

Khusus untuk Botnet Citadel ini, dia mampu mematikan anti-virus yang terpasang di PC sehingga antivirus tidak mampu mendeteksi adanya program jahat.

Botnet Citadel muncul pada awal 2012. Komputer yang terinfeksi Botnet Citadel ini disewakan bahkan diperjualbelikan dengan harga 2.400 dollar AS atau lebih agar penjahat cyber lain dapat melakukan pencurian data maupun kartu kredit. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X