Kompas.com - 21/06/2013, 11:12 WIB
EditorReza Wahyudi

Lazada

KOMPAS.com - Lazada, jaringan toko online yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam dilaporkan menerima suntikan dana senilai 100 juta dollar AS dari sejumlah investor.

Sebagian besar investor yang menanam dana adalah nama-nama lama seperti Holtzbrinck Ventures, Kinnevik Investment AB, Summit Partners, dan Tangelmann Group. Tapi ada juga investor baru, yaitu Verlinvest.

Diumumkan pada Kamis (20/6/2013), investasi tersebut diharapkan bisa mengembangkan operasi Lazada di wilayah Asia Tenggara yang 99 persen penduduknya masih lebih menyukai belanja ritel offline.

"Kami melihat tren positif yang sama di seluruh wilayah ini," ujar CEO Lazada Maximillian Bittner, seperti dikutip oleh Reuters. Dia mengatakan bahwa penduduk di negara-negara, seperti Indonesia atau Indonesia memiliki antusiasme yang tinggi terhadap belanja online.

Lazada diluncurkan awal 2012 dan menawarkan barang-barang dari berbagai kategori, termasuk elektronik, rumah tangga, mainan, serta perlengkapan olahraga.

Jaringan toko online ini didirikan oleh perusahaan Rocket Internet dari Jerman yang juga telah memperkenalkan sejumlah situs e-commerce yang menyasar negara-negara berkembang, di antaranya Zando dan Jumia di Afrika, Zalando di Eropa, dan Dafiti di Brazil.

Lawan Amazon

Bittner menjelaskan sebagian dana investasi itu akan dipakai untuk meningkatkan kualitas logistik dan jalur distribusi. "Kami masih berada di tahap awal. Kuncinya adalah memperbaiki layanan konsumen."

Kompetitor Lazada sebagian besar adalah para pemain lokal, tapi belakangan peritel online besar Amazon telah mulai meningkatkan aktivitasnya di wilayah Asia Tenggara.

Awal bulan ini, Amazon menyatakan bakal mengirim beberapa barang dari Amerika Serikat ke Singapura dan India secara bebas biaya. Layanan serupa telah diberlakukan di Eropa sejak akhir 2010.

Tahun lalu, menurut Bittner, pihaknya telah mampu mengkapalkan 90 persen paket di seluruh wilayah pemasaran pada hari yang sama dengan pemesanan. Sebanyak 85 persen pesanan yang datang dari daerah perkotaan mampu disampaikan ke tangan pelanggan pada hari berikutnya.

Bittner menambahkan, salah satu tren e-commerce yang kini mengemuka di wilayah Asia Tenggara adalah pemakaian perangkat mobile di kalangan pelanggan. Aplikasi mobile yang diluncurkan pihaknya 10 hari lalu sudah berkontribusi 10 persen terhadap total volume transaksi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.