Kontroversi "Akal-akalan" Samsung di Galaxy S4

Kompas.com - 01/08/2013, 19:40 WIB
Samsung Galaxy S4 SamsungSamsung Galaxy S4
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Beberapa hari lalu muncul kabar bahwa smartphone Galaxy S4 dari Samsung telah mencurangi sejumlah aplikasi benchmark populer. Ponsel pintar ini disinyalir menaikkan clockspeed GPU di aplikasi-aplikasi, seperti AnTuTu dan GLBenchmark demi mendongkrak skor yang dihasillkan.

Galaxy S4 diduga menggunakan aplikasi khusus dengan string "Benchmark Booster" yang secara otomatis mendeteksi aplikasi benchmark yang dijalankan pengguna, lalu mendongkrak clockspeed GPU di atas nilai normal.

Terkait hal tersebut, pihak Samsung telah mengeluarkan bantahan resmi yang dipublikasikan dalam blog perusahaan. Produsen asal Korea itu menyatakan bahwa kenaikan clockspeed juga berlaku untuk software lain di luar benchmark yang dijalankan oleh Galaxy S4.

"Frekuensi GPU maksimum sebesar 533 MHz digunakan untuk aplikasi yang berjalan secara full-screen, seperti S Browser, Gallery, Camera, Video Player, dan aplikasi-aplikasi benchmark tertentu yang memerlukan performa tinggi," tulis Samsung dalam pernyataannya, seperti dikutip oleh AnandTech.

Dengan kata lain, Samsung menolak dikatakan hanya mendongkrak kecepatan Galaxy S4 untuk benchmark dalam menghasilkan nilai di atas kemampuan perangkat tersebut yang sebenarnya, dalam penggunaan sehari-hari. Beberapa game disebut hanya diperbolehkan mencapai frekuensi 480 MHz karena alasan stabilitas.

"Frekuensi maksimal dari GPU milik Galaxy S4 sengaja divariasikan untuk memberi pengalaman optimal pada pengguna, serta tidak dimaksudkan untuk benchmark tertentu saja," tutup Samsung.

Naik turun

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun benarkah kenyataannya sesuai dengan klaim pihak Samsung di atas? AnandTech selaku situs teknologi yang menyelidiki hal ini secara mendalam kembali melakukan pengujian ulang yang disesuaikan dengan pernyataan sang produsen Galaxy S4.

Hasilnya ternyata sedikit berbeda dari yang dijelaskan oleh Samsung. Perangkat lunak game memang berjalan pada frekuensi 480 MHz, tetapi sejumlah native software untuk full-screen (S Browser, Gallery, Video Player) ternyata mentok di kecepatan GPU 266 MHz, bukan 533 MHz seperti klaim Samsung. Aplikasi-aplikasi native tersebut pada dasarnya memang tidak menuntut kinerja GPU yang tinggi.

Satu pengecualian terdapat pada aplikasi kamera yang sesekali mencapai kecepatan GPU 533 MHz apabila pengguna secara aktif mencoba-coba filter kamera (terutama jenis "rugged", "oil pastel", dan "fish eye"), tapi tidak akan bertahan pada frekuensi itu secara konstan seperti aplikasi-aplikasi benchmark tertentu.

Halaman:


Sumber AnandTech
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X