Kompas.com - 03/12/2013, 13:00 WIB
Potongan adegan dalam video iklan iPhone 5S ApplePotongan adegan dalam video iklan iPhone 5S
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com- Apple sedang getol-getolnya mengakusisi perusahaan-perusahaan kecil untuk meningkatkan bisnisnya. Bulan lalu, Apple dikonfirmasi mengakuisisi PrimeSense, pembuat sensor 3D untuk Xbox.

Kali ini, Apple dikabarkan telah resmi mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) Topsy senilai 200 juta dollar AS. Kabar ini pertama kali diberitakan oleh The Wall Street Journal pada Senin (2/12/2013).

Topsy adalah salah satu dari sekian banyak layanan yang memiliki akses ke data Twitter. Topsy bisa disebut sebagai mesin pencari tweet yang pintar. Topsy mengklaim telah mengindeks Twitter sejak tweet yang pertama diunggah pada 2006 silam.

Twitter memang menyediakan mesin pencari sendiri, namun kurang begitu pintar karena algoritmanya mengutamakan tweet yang lebih baru, yang belum tentu relevan dengan kebutuhan.

Selain itu, Topsy juga bisa memberikan analisis terhadap tweet, mengumpulkan sentimen, dan mengukur efektivitas kampanye, tagar (hashtag) atau pesan lain di media sosial 140 karakter ini.

Menurut Mashable, Senin (2/12/2013), Topsy menjadi akuisisi yang menarik bagi Apple karena memiliki aplikasi produk yang jelas.

Dengan akuisisi ini, tujuan Apple terlihat jelas. Topsy bisa digunakan untuk layanan iTunes Radio, produk Apple yang sudah terintegrasi dengan Twitter Music, atau produk iAd. Contoh layanannya adalah, Apple bisa memberikan informasi otomatis ke pengguna layanan iTunes Radio tentang lagu apa yang sedang viral di Twitter.

Namun yang masih menjadi pertanyaan, kenapa yang diakuisisi Apple adalah perusahaan analitik yang fokus hanya di satu media saja, yaitu Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari Cnet, Senin(2/12/2013), analis Gartner, Brian Blau mengatakan bahwa dengan akuisisi tersebut bisa jadi Apple hanya ingin mengetahui perbincangan apa yang sedang ramai di Twitter. "Apple kemudian bisa masuk ke dalam perbincangan tersebut," terang Blau.

Blau juga mengatakan bahwa selama ini Apple adalah perusahaan yang anti-sosial. Perusahaan tidak menaruh banyak perhatian dan berinteraksi langsung dengan konsumen di media sosial. "Perusahaan sekelas Apple harusnya tidak mengabaikan apa yang sedang marak di media sosial saat ini, mereka harus tahu siapa saja konsumennya dan apa saya yang mereka lakukan," ujarnya.

Juru bicara Apple tidak mau berkomentar, namun memberi pernyataan bahwa Apple memang sering membeli perusahaan teknologi kecil sejak dahulu, dan apa tujuan atau rencananya tidak akan didiskusikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.