Demi Tablet, Microsoft Diminta Gratiskan Windows

Kompas.com - 27/05/2014, 10:15 WIB
Corporate Vice Presidnet Microsoft, Panos Panay memperkenalkan tablet Surface Pro 3 pada Selasa (20/5/2014) di New York ReutersCorporate Vice Presidnet Microsoft, Panos Panay memperkenalkan tablet Surface Pro 3 pada Selasa (20/5/2014) di New York
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Microsoft masih tertinggal di belakang Android dan Apple di segmen mobile. Dengan Surface Pro 3 yang baru saja diluncurkan, Microsoft mencoba memperbesar pangsa pasar sistem operasinya di arena mobile.

Menurut pengamat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan Microsoft agar berhasil di segmen mobile, terutama pangsa pasar tablet. Salah satunya adalah dengan menggratiskan OS Windows-nya untuk vendor-vendor yang ingin membuat tablet berbasis Windows.

Jurnalis sekaligus pengamat Owen Williams mengatakan kepada The Next Web (25/4/2014), tablet PC adalah perangkat yang harus selalu mendapatkan update terbaru, secara gratis.

"Semua platform lain telah melakukannya (menyediakan OS dan update-nya secara gratis), dan Microsoft harus mengikutinya," jelas Owen.

Tentu saja, menggratiskan OS akan menjadi langkah yang radikal bagi Microsoft, sebab hingga saat ini, model bisnisnya adalah mendapatkan pemasukan dari berjualan lisensi software.

"Namun, langkah tersebut harus dilakukan Microsoft untuk meyakinkan calon pembeli potensialnya, atau merayu pengguna sistem operasi lain untuk menyeberang," demikian terang Owen.

Ditambahkannya, konsumen ingin mendapat jaminan bahwa mereka tak harus merogoh kocek sebesar 99 dollar AS di akhir tahun nanti untuk melakukan upgrade ke Windows 9.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rekomendasi lain yang disarankan Owen adalah, Microsoft harus menghilangkan desktop-nya, sehingga sama sekali tidak ada dalam OS tablet PC-nya.

Menurutnya, antarmuka desktop di dalam tablet justru malah akan membingungkan penggunanya.

Selain itu, Micorosft juga perlu merilis Office versi layar sentuh, dan membundelnya dengan tablet. Sebab, rival-rivalnya juga melakukan hal yang sama, seperti Android dengan Google Drive dan Apple Pages/Number/Keynote.

Owen berpendapat, masih ada ruang bagi tablet Windows di masa depan, asalkan Microsoft mau mengubah strateginya dari yang sekarang.

Dengan menggenjot penjualan tablet PC, maka Microsoft tak usah lagi mengejar pendapatan dari pasar PC desktop yang sudah sekarat.

Microsoft dengan Surface Pro 3 yang baru saja diluncurkan mencoba meyakinkan konsumen bahwa tablet PC miliknya sebenarnya adalah sebuah laptop, namun dalam bentuk yang berbeda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X