Bikin Game "Nyandu" untuk iOS, Bocah Dipanggil Google

Kompas.com - 28/01/2015, 16:17 WIB
Ben Pasternak, bocah 15 tahun yang menciptakan game candu MashableBen Pasternak, bocah 15 tahun yang menciptakan game candu
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Bocah 15 tahun dilirik para raksasa teknologi seperti Google, Facebook, dan Yahoo. Bagaimana tidak, di usianya yang baru seumur jagung, bocah asal Australia bernama Ben Pasternak ini mampu menciptakan game berbasis iOS yang bikin kecanduan.

Game "nyandu" itu bertajuk Impossible Rush. Dirilis Oktober tahun lalu, game ini telah diunduh 500.000 kali setelah enam minggu terpatri di toko aplikasi Apple. Angka tersebut mengalahkan aplikasi populer lainnya seperti Vine, Google, dan Twitter.

Dalam menelurkan karyanya, Pasternak tak sendiri. Ia dibantu remaja lain asal Chicago, Austin Valleskey. Mereka menciptakan Impossible Rush ketika bosan di kelas.

Keduanya tak menduga proyek iseng mereka akan mendulang sukses. Saat ini, Pasternak berada di Amerika Serikat untuk bertemu dengan para raksasa teknologi di Sillicon Valley. Ia bersama keluarganya diundang ke sana untuk menghadiri acara "Hack Generation Y"  yang diadakan Google dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Acara tersebut dihadiri 450 pengusaha muda. Pasternak adalah satu di antara 20 anak muda di luar AS yang diundang.Kata Pasternak, di acara tersebut ia berencana bertemu teman-teman Amerika-nya, Helena Merk dan James Harnett. Mereka bertiga bertemu di grup Facebook yang isinya anak-anak peretas dari sekolah menengah.

"Di Hack Generation Y, kami ingin melakukan pemrogram ulang aplikasi One, selain itu motif utamaku adalah bertemu orang-orang kreatif sebanyak mungkin," Pasternak menjelaskan. One merupakan aplikasi agregasi jejaring sosial baru buatan Pasternak.

Bocah "ajaib" ini menegaskan, ia membuat aplikasi game bukan untuk uang. Faktanya, ia menjual Impossible Rush yang terakhir kali telah diunduh 750.00 kali, kepada temannya di New York, dengan harga 200 dolar AS atau hanya sekitar Rp 2 jutaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasternak menjual aplikasi game-nya untuk dikembangkan oleh teman dari New York yang bernama Fajardo itu. Saat dipasarkan oleh Fajardo, game itu makin melesat.

"Tujuan terbesar saya adalah melihat aplikasi yang saya ciptakan mampu mempermudah kehidupan orang. Tak ada perasaan yang lebih baik dibanding melihat karyamu digunakan orang banyak," kata Pasternak.

Saat disinggung mengenai masa depannya, Pasternak belum mau memastikan apakah dia akan terus mendalami ranah teknologi atau beralih ke bidang lain. "Kita lihat saja nanti," pungkasnya.

Game Impossible Rush buatan Pasternak sendiri dapat diunduh di App Store melalui tautan ini.



Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X