Kompas.com - 05/04/2015, 10:48 WIB
Layanan ponsel Google itu dilaporkan akan memakai jaringan T-Mobile dan Sprint. GoogleLayanan ponsel Google itu dilaporkan akan memakai jaringan T-Mobile dan Sprint.
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Sistem operasi Android kerap disebut mudah disusupi virus atau malware yang merugikan penggunanya. Atas anggapan tersebut, Google terus berusaha menepisnya. Usaha terbaru Google tersebut tercantum dalam laporan keamanan Android selama kurun waktu 2014 lalu.

"Kami ingin memastikan bahwa Android itu tempat yang aman, dan laporan ini membantu kami melihat apa saja yang terjadi pada tahun lalu, serta apa yang bisa kami tingkatkan lagi selanjutnya," tulis raksasa internet itu dalam blog resminya.

Dalam laporan berjudul Android Security State of the Union 2014 itu disebutkan bahwa Google Play melakukan 200 juta pemindaian perangkat setiap harinya. Hasil pemindaian menunjukkan ada lebih dari 1 miliar perangkat yang dilindungi dari program jahat oleh Google Play.

Laporan itu juga mengklaim bahwa pada 2014, persentase perangkat Android yang mengandung Potentially Harmful App (PHA) hanya kurang dari 1 persen. Sementara itu, hanya terdapat sekitar 0,15 persen pengguna yang mendapatkan PHA meski mereka mengunduh aplikasi dari Google Play Store.

Dalam blog tersebut Google juga mengaku bahwa nilai rata-rata pemasangan PHA di seluruh dunia telah berkurang hampir 50 persen. Penurunan tersebut terjadi pada kurun waktu kuartal pertama hingga keempat 2014.

Seperti dikutip KompasTekno dari Phone Arena, Sabtu (4/4/2015), soal keamanan Android memang bisa membuat khawatir siapa pun. Terutama dengan banyaknya kabar yang menyatakan keamanan sistem operasi itu kerap jebol, misalnya pada kasus serangan Freak yang sempat jadi kehebohan.

Biasanya, Google akan mengirimkan pemberitahuan mengenai situasi kemanan pada pada developer serta rekan-rekan Android. Mereka merespon pemberitahuan itu dengan mengembangkan pemutakhiran aplikasi-aplikasi yang dimasukkan ke dalam Google Play.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Google mengungkap bahwa tahun lalu saja ada lebih dari 250.000 aplikasi yang diperbarui menyusul peringatan keamanan yang dikirimkan Google Play. Sementara itu, Android dan rekanan Android telah mengatasi 79 masalah keamanan yang dilaporkan pihak luar.

"Kami berkomitmen mengamankan ekosistem Android untuk para pengguna dan developer. Karena itu kami membangunnya seperti ini, dengan lapisan keamanan berlipat baik dalam platform atau layanan yang Google berikan," terang Google.

"Sebagai pelengkap perlindungan tradisional semacam enkripsi dan sandboxes, lapisan pengamanan itu juga dibekali sistem tinjau manual serta otomatis agar bersih dari malware, phising, fraud hingga spamDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.