Kompas.com - 25/04/2015, 07:24 WIB
Oliver Ahrens, Senior Corporate Vice President & President Pan Pacific Business Operations Acer. Deliusno/KompasTeknoOliver Ahrens, Senior Corporate Vice President & President Pan Pacific Business Operations Acer.
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), sedang menggodok peraturan mengenai keharusan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dengan bobot 40 persen untuk smartphone 4G. Rencananya, peraturan tersebut bakal rampung dalam waktu dekat ini dan berlaku mulai 2017 mendatang.

Acer, salah satu perusahaan yang telah terjun ke bisnis smartphone, menanggapi peraturan baru tersebut dengan positif dan mengaku sedang mempersiapkan diri.

Menurut Oliver Ahrens, Senior Corporate Vice President & President Pan Pacific Business Operations Acer, perusahaan asal Taiwan itu sedang menjajaki kemungkinan untuk mendirikan pabrik demi mematuhi peraturan tersebut.

"Kami sedang mengevaluasinya, (keputusan pembangunan pabrik) akan tercapai secepatnya untuk memenuhi regulasi tersebut," ujar Ahrens kepada wartawan KompasTekno, Deliusno, di sela-sela acara Next@Acer 2015 di gedung 4 World Trade Center, New York, AS, Kamis (23/4/2015).

Senada dengan Ahrens, ST Liew, President Smartphone Business Acer, menyatakan bahwa Acer bakal mematuhi peraturan yang rencananya mulai diterapkan tahun 2017 itu.

Akan tetapi, Acer dikatakannya masih mencari alternatif lain, di luar pendirian pabrik di Tanah Air.

"Saat kita bicara sekarang, tim Acer di Indonesia sedang membicarakan masalah ini. Ada kemungkinan, kami mencari rekanan pabrik untuk masalah peraturan baru tersebut," ujarnya.


Pabrik khusus smartphone?

Acer sendiri selama ini tidak terlalu dikenal dengan perangkat smartphonenya. Perusahaan tersebut tumbuh besar dan dikenal sebagai produsen PC, baik laptop maupun desktop.

Nah, apabila rencana pendirian pabrik tercapai, apakah pabrik tersebut akan digunakan untuk memproduksi perangkat di luar smartphone?

Menurut Ahrens, selama ini, produksi laptop banyak dilakukan di negara Tiongkok. Kemungkinan, hal tersebut tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Pasalnya, menurut kalkulasi yang dilakukan Acer selama ini, biaya produksi di Negara Tirai Bambu tersebut masih jauh lebih hemat ketimbang di negara lain.

"Namun, tidak menutup kemungkinan, Acer akan memproduksi laptop di Indonesia suatu saat nanti," pungkas Ahrens.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.