Kompas.com - 18/06/2015, 12:21 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Hati-hatilah memakai WhatsApp ketika sedang berada di Uni Emirat Arab. Jangan sampai mengumpat atau berkata-kata kotor kalau tak mau berhadapan dengan sanksi yang bikin jeri.

Di negeri itu, siapapun yang kedapatan mengumpat lewat layanan pesan instan seperti WhatsApp atau BlackBerry Messenger di negeri bisa dijerat hukum federal baru dengan ancaman denda.

Besar denda bisa mencapai 68.000 dollar AS atau lebih dari Rp 900 juta, berikut kurungan di penjara atau deportasi untuk warga asing.

Hal tersebut menimpa seorang pria yang awalnya dilaporkan dihukum denda sebesar 800 dollar AS gara-gara mengumpat ke rekan kerja lewat WhatsApp.

Tapi jaksa penuntut dalam kasus itu kemudian mengajukan banding karena menilai hukuman yang dikenakan terlalu ringan.

"Mahkamah Agung Federal mendukung langkah jaksa penuntut mengajukan banding dan keharusan menegakkan hukum yang mengatur kejahatan teknologi," sebut pernyataan dari Mahkamah Agung Uni Emirat Arab yang dirangkum Kompas Tekno dari IBTimes, Rabu (17/6/2015).

Undang-undang soal hinaan verbal yang dilontarkan lewat jalur online mulai diberlakukan pada Oktober 2014 oleh Mahkamah Agung Uni Emirat Arab Mahkamah Agung Uni Emirat Arab.

Hukum itu bukan hanya berlaku untuk kata-kata, melainkan juga gestur yang bersifat menghina, misalnya gambar acungan jari tengah yang dikirim lewat aplikasi pesan instan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.