CEO Ford, Silicon Valley, dan Angkot Jakarta

Kompas.com - 24/06/2015, 13:09 WIB
Mark Fields, CEO Ford saat membuka gelaran Further With Ford 2015 di Palo Alto, California, AS, Selasa (23/6/2015). Wicak Hidayat/Kompas.comMark Fields, CEO Ford saat membuka gelaran Further With Ford 2015 di Palo Alto, California, AS, Selasa (23/6/2015).
|
EditorReza Wahyudi
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Ford, yang lebih dikenal sebagai perusahan kendaraan bermotor, juga punya pusat riset di Silicon Valley. Pusat riset itu bernama Ford Research and Innovation Center Palo Alto.

"Pusat riset itu akan menjadi pusat inovasi mobilitas terbesar di Silicon Valley," kata Mark Fields, CEO Ford saat membuka gelaran Further With Ford 2015.

Gelaran itu menggarisbawahi rencana Smart Mobility dari Ford. Ini adalah bagian dari rencana jangka panjang membawa Ford ke level berikutnya dalam hal konektivitas, mobility, kendaraan otonom, pengalaman pelanggan, dan big data.   

Fields mengatakan Ford ingin dipandang sebagai perusahaan otomotif dan mobilitas. Mobilitas, ujarnya, bukan hanya soal pergerakan dari satu titik ke titik berikutnya tapi juga soal kemajuan manusia.

Beberapa eksperimen, ujar Fields, telah dilakukan Ford dalam mewujudkan rencana itu. Misalnya eksperimen bernama Dynamic Shuttle yang digelar di New York dan London. Eksperimen ini menyediakan jasa antar jemput dari titik ke titik bagi para pekerja.

Selain itu, ia juga mengatakan, Ford bakal terlibat dalam program berbagi mobil antar-pengguna (peer-to-peer car sharing). Ini adalah layanan sewa mobil yang memungkinkan pemilik mobil menyewakan mobilnya ke pengguna lain.

"Sebut saja ini AirBnB untuk mobil," kata Fields, meminjam gaya startup di Silicon valley kalau menjelaskan sebuah produk baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditemui wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat, seusai keynote speech-nya, Fields mengaku melihat potensi penerapan kedua teknologi itu di kota-kota seperti Jakarta.

Saat ini, ujar Fields, Ford masih fokus eksperimen Smart Mobility di kota-kota tertentu, termasuk di beberapa kota di negara berkembang. Ke depannya, tidak tertutup kemungkinan digelar sebuah eksperimen di Jakarta.

"Layanan berbagi kendaraan, saya kira ada potensi untuk bisa berjalan di Jakarta," ujar Fields.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.