Cerita Triawan Munaf Hampir Kena Jotos Jokowi di Kantor Facebook

Kompas.com - 24/02/2016, 16:42 WIB
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com — Di atas panggung Social Media Week 2016, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menceritakan pengalamannya mengunjungi pusat teknologi AS Silicon Valley bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya ada sedikit oleh-oleh dari Silicon Valley. Minggu lalu, saya berkunjung ke sana dengan Presiden Jokowi," ujarnya membuka cerita, Rabu (24/2/2016).

Kunjungan tersebut memang dilaksanakan pada pekan lalu, tepatnya pada 18 Februari 2016. Di sana, Jokowi bersama Triawan dan anggota rombongan mampir ke kantor perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka, yaitu Facebook, Google, dan Twitter.

Triawan mengatakan, salah satu hal paling berkesan dari kunjungan tersebut adalah ketika mereka berada di kantor Facebook. Di sana, Jokowi dan Triawan menjajal headset atau perangkat untuk kepala virtual reality (VR) Oculus Rift.

"Dengan Pak Jokowi, saya mencoba headset VR Oculus. Ternyata beliau suka sekali dengan ini," kisah Triawan.

"Saat itu, Mark Zuckerberg (CEO Facebook) ada di satu ruangan, sedangkan saya, Pak Jokowi, dan Ibu Iriana ada di ruangan lain. Hampir saja saya kena pukul oleh Pak Jokowi karena dia lupa yang dilihatnya itu adalah virtual," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo bermain ping pong secara virtual dengan pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerbert, Kamis (19/2/2016) di Markas Facebook, Silicon Valley, AS

Sebelumnya, Zuckerberg juga sempat menceritakan soal kegiatannya bermain pingpong di dunia virtual bersama Jokowi. Mereka sama-sama mengenakan headset Oculus Rift, dan tangan menggenggam controller.

"Pertemuan kami menyenangkan, lalu kami bermain pingpong pada gravitasi nol di Oculus," kata Zuckerberg lewat akun Facebook personalnya.

Mencari ilmu startup

Triawan bercerita bahwa kunjungan kedua ke Silicon Valley itu sebenarnya bertujuan mengenalkan Presiden dengan pemain-pemain teknologi kelas kakap di sana. Selain itu, pembicaraan juga menyentuh sejumlah hal strategis, salah satunya pertukaran ilmu membangun startup.

Menurut dia, ada dua perusahaan inkubator dan akselerator yang tertarik mendampingi program inkubasi usaha rintisan digital di Indonesia. Mereka adalah 500 Startups dan Plug and Play.

"Di kita kan akan dibangun banyak inkubator, mereka akan mendampingi. Banyak komitmen dari mereka untuk mendampingi, dan kita juga bisa kirim orang ke sana," ujar Triawan.

"Waktu kami sebenarnya cukup singkat. Namun, kami sudah diskusi dengan Plug and Play, dan mereka juga membawa partner-partner mereka untuk bicara di depan Presiden," imbuhnya.

Selain kedua perusahaan tersebut, Google juga sudah menyatakan komitmennya untuk membantu menciptakan pengembang aplikasi mobile berkualitas di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.