Kompas.com - 27/03/2016, 13:05 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

TOKYO, KOMPAS.com - Stiker bertemakan LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender) di aplikasi pesan instan Line sempat membikin heboh netizen di Indonesia beberapa waktu lalu. Pada akhirnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta Line menarik peredaran stiker tersebut dari aplikasinya.

Persoalan tersebut ternyata tidak luput dari perhatian bos besar Line, Takeshi Idezawa. Pria yang menjabat sebagai CEO and Director Line Corporation itu berkata bahwa pihak Line dijamin akan mematuhi semua prinsip yang berlaku di setiap negara.

Bentuk kepatuhan tersebut adalah dengan menarik konten yang dianggap tidak sesuai dengan adat dan norma suatu negara, sama seperti yang dilakukan di Indonesia beberapa waktu lalu.

"Kami pasti akan memerhatikan kebiasaan, adat, dan perasaan masing-masing daerah atau negara," ujar Idezawa kepada KompasTekno dan beberapa media asal Indonesia lainnya dalam sesi tanya jawab, di sela-sela Line Conference di Tokyo, Jepang, Jumat (25/2016).

(BACA: Line Cabut Stiker LGBT dari Indonesia)

Tidak hanya terbatas pada kasus LGBT saja, Line dipastikan akan memenuhi semua permintaan, jika konten yang disajikan tidak sesuai dengan adat atau kebiasaan sebuah negara.

"Keputusan itu tidak terbatas kepada LGBT saja, setiap negara kan punya prinsip dan nilai-nilai yang berbeda. Kami menghargai semua prinsip tersebut," tutur Idezawa.

Diketahui, beberapa waktu lalu muncul stiker yang menggambarkan sepasang pria yang menunjukkan kemesraan antara satu sama lain di aplikasi Line. Tujuan Line mengenalkan stiker tersebut adalah mendukung kesetaraan.

Namun kemunculan stiker itu di Indonesia memicu perbincangan di dunia maya, karena dianggap mengampanyekan aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender kepada para pengguna Line, yang kebanyakan remaja.

Line pun telah menarik peredaran stiker tersebut dari aplikasinya pada Februari lalu, atas himbauan dari Kemenkominfo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.