Google Bikin Inkubator Startup agar Karyawan Tak Kabur?

Kompas.com - 25/04/2016, 09:00 WIB
Googleplex, kantor pusat Google yang beralamatkan di 600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, Santa Clara County, California, Amerika Serikat. Foto di ambil Selasa (22/3/2016) KOMPAS.COM/AMIR SODIKINGoogleplex, kantor pusat Google yang beralamatkan di 600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, Santa Clara County, California, Amerika Serikat. Foto di ambil Selasa (22/3/2016)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Semangat startup (perusahaan rintisan digital) membahana di Silicon Valley, tak terkecuali pula di lingkungan internal Google. Di antara talenta perusahaan tersebut ada orang-orang yang ingin merealisasikan ide, lalu keluar untuk mendirikan perusahaan baru.

Hal ini rupanya agak membuat pusing Google. Raksasa internet itu pun mencari cara bagaimana supaya para karyawan tak “kabur” dari perusahaan.

Kabar yang dirangkum KompasTekno dari Engadget, Senin (25/4/2016) menyebutkan bahwa Google mendirikan perusahaan inkubator startup bernama “Area 120” untuk alasan ini.

Di Area 120, Google memberi tempat pada karyawan yang ingin mewujudkan proyek pribadi. Mereka yang memiliki ide dipersilakan mengajukan rencana bisnis.

Kalau proposal diterima, karyawan yang bersangkutan boleh menghabiskan waktu beberapa bulan untuk mematangkan ide tersebut, tanpa harus memikirkan pekerjaan utama di Google.

Para karyawan pun berkesempatan menguji ide masing-masing tanpa harus takut kehilangan pekerjaan di Google apabila ide tersebut gagal terealisasi.

Sebelumnya, Google memang dikenal memberi kebebasan bagi karyawan untuk mengerjakan proyek pribadi lewat kebijakan “20% projects”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pegawai didorong untuk mengalokasikan 20 persen dari waktu kerja mereka untuk mengerjakan pekerjaan sampingan.

Google belum membenarkan atau menampik dugaan keberadaan inkubator startup Area 120. Kalaupun benar, belum jelas pula kapan inkubator tersebut bakal mulai dibuka.

Meski berusaha menciptakan budaya perusahaan yang mirip startup, para karyawan tak selamanya betah di Google.

Beberapa orang eks-Googler yang keluar dari perusahaan itu telah berhasil mendirikan bisnis baru yang sukses. Misalnya saja Kevin Systrom, yang sempat bekerja selama dua tahun di Google sebelum mendirikan layanan photo sharing Instagram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.