Situs ICMI Tumbang gara-gara Serangan DDoS?

Kompas.com - 09/06/2016, 12:48 WIB
Situs resmi Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tidak dapat diakses sama sekali diduga karena serangan DDoS oleh hacker, Kamis (9/6/2016). ist.Situs resmi Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tidak dapat diakses sama sekali diduga karena serangan DDoS oleh hacker, Kamis (9/6/2016).
Penulis Reza Wahyudi
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — Tak cukup dengan menyusup dan menyelipkan sebuah pesan, peretas diduga kembali menjahili situs resmi Cendekiawan Muslim Indonesia ( ICMI). Kali ini, situs tersebut dibuat tumbang alias tidak dapat diakses sama sekali.

Sepemantauan KompasTekno, Kamis (9/6/2016) siang, situs yang beralamat di icmi.or.id tidak bisa diakses. Saat dikunjungi, browser hanya menampilkan tulisan "bandwidth limit exceeded".

Pesan tersebut bisa diartikan situs mendapat kunjungan dalam jumlah yang masif, serentak dalam waktu yang bersamaan atau kena serangan distributed denial of service (DDoS).

DDoS merupakan serangan paket data dalam jumlah besar ke server. Masifnya jumlah paket data yang diterima dalam waktu bersamaan bisa mengakibatkan server melambat, bahkan tumbang.

Baca: Situs ICMI Disusupi "Hacker"

Sebelumnya, hacker telah menyisipkan pesan di sebuah artikel pada situs ICMI. "Cuman security test ringan. Dear bapak/ibu 'Cendikiawan' ICMI, this is a friendly reminder. Improve your security first, baru ngomongin blokir Google. Anonymous - Kota Cantik," bunyi pesan tersebut.

Selain itu, peretasan juga bisa diketahui dari hasil pencarian Google. Bila mencari kata "ICMI", akan muncul hasil pencarian yang salah satunya adalah alamat situs resmi ICMI. Namun, bukan menemukan summary, pengguna justru akan menemukan pesan serupa dari peretas anomim itu. "Improve your security first, baru ngomongin blokir Google," begitu bunyinya.

ICMI memang tengah disorot karena mendesak pemblokiran YouTube dan Google karena dianggap menayangkan konten pornografi dan kekerasan.

Namun, permintaan tersebut sudah pasti ditolak oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena nyatanya Google dan YouTube hanyalah alat, bisa dimanfaatkan untuk tindakan positif atau negatif, tergantung pemakai. Pemblokiran semestinya diarahkan pada konten negatif saja, bukan pada alat pengaksesnya.

Baca: Google dan YouTube Diminta Diblokir, Ini Tanggapan Ilham Habibie

Belakangan diketahui, permintaan pemblokiran tersebut bukanlah suara resmi ICMI, melainkan opini pribadi Sekjen ICMI Jafar Hafsah.

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie telah mengimbau masyarakat agar tak menanggapi pernyataan Jafar secara serius. Ia bahkan mengatakan bahwa Google dan YouTube sangat berguna.

Baca: Tuntutan Pemblokiran Google Bukan Suara ICMI

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X