Kompas.com - 13/06/2016, 10:29 WIB
Bagi penonton, vlog lebih bersahaja daripada acara televisi. Umumnya, para “bintang” dalam tayangan ini adalah kalangan biasa. ThinkstockBagi penonton, vlog lebih bersahaja daripada acara televisi. Umumnya, para “bintang” dalam tayangan ini adalah kalangan biasa.
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com – Tidak semua orang bisa mencicipi rasanya jadi anak presiden. Namun, Kaesang Pangarep membuka jalan bagi masyarakat untuk mengintip kesehariannya lewat video blog (vlog). Memasang judul “Kaesang”, vlog ini diunggah pada 7 Maret 2016.

Putra bungsu Presiden Joko Widodo ini memperlihatkan kehidupannya tak beda dengan anak muda pada umumnya. Di situ terlihat, dia sedang membersihkan sendiri kamar kosnya. Ada juga masa dia galau saat berstatus jomblo.

Tak hanya Kaesang, vlog pada hari ini mulai menggeser kepopuleran blog konvensional sebagai ajang mencurahkan isi hati bagi anak muda. Para vlogger –sebutan untuk pembuat vlog—memililki ruang lebih untuk menjelaskan pikiran dan perasaan mereka dalam gambar dan audio.

Sebaliknya, penonton juga leluasa melihat serta mendengar isi vlogger favorit mereka. Terlebih lagi, media tayang vlog pun tak terbatas di YouTube. Pada awal 2016, jejaring media sosial Instagram dan Facebook telah menambahkan kanal video yang bisa mewadahi aktivitas baru ini.

Semakin melejit 

Kepopuleran vlog tak lepas dari perkembangan video, yang pada hari ini disebut-sebut sebagai masa depan media. Riset Business Insider Intelligence pada 2015 bahkan menyatakan bahwa iklan lewat video akan membawa keuntungan lebih dari enam miliar dollar AS dan akan tumbuh 21,9 persen sampai 2020.

Bagi penonton, vlog lebih bersahaja daripada acara televisi. Umumnya, para “bintang” dalam tayangan ini adalah kalangan biasa. Mereka bebas bertanya atau mengobrol secara real time lewat kolom komentar atau akun media sosial vlogger.

Terbukti, sebagian besar pengguna internet adalah penonton vlog. Menurut GlobalWebIndex pada 2015, penonton vlog sudah mencapai 42 persen total pengguna internet.

Dari penelitian itu, 88 persen responden mengaku menonton vlog sebagai hiburan dan saran kehidupan. Sementara itu, selebihnya menjadikan media itu untuk mencari rekomendasi produk.

Peluang menjanjikan yang ada pada vlog pun menjadikannya “rumah baru” bagi para selebriti seperti Raditya Dika. Bintang film, penulis, dan komedian ini setidaknya menayangkan tiga sampai empat video blog dalam sepekan.

YOUTUBE/KAESANG Video berjudul "Pencitraan" dalam akun Kaesang di situs YouTube.

Ya, popularitas ialah bonus ketika seorang vlogger mampu meramu konten. Keuntungan dapat diraup dengan menyelipkan produk dalam cerita video mereka dan mendapat bayaran dari sana. (Baca juga: Sampai Lepas Pekerjaan Kantoran, Orang Ini Hidup dari Main Video Game)

Mudah dibuat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.