Apa Kesamaan Oppo, Vivo, dan OnePlus?

Kompas.com - 28/06/2016, 19:10 WIB
Model memeragakan kamera depan 16 megapiksel di ponsel Android Oppo F1 Plus saat acara peluncurannya di Jakarta, Kamis (21/4/2016). Deliusno/KompasTeknoModel memeragakan kamera depan 16 megapiksel di ponsel Android Oppo F1 Plus saat acara peluncurannya di Jakarta, Kamis (21/4/2016).
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar nama OnePlus, Oppo, dan Vivo? Ya, ketiganya merupakan perusahaan smartphone dunia yang sama-sama berasal dari China.

Namun, tahukah Anda bahwa ketiganya punya satu kesamaan besar lainnya? OnePlus, Oppo, dan Vivo ternyata merupakan anak usaha dari sebuah perusahaan raksasa China bernama BBK Electronics.

Nama perusahaan terakhir memang jarang terdengar di Indonesia. Meskipun begitu, BBK ternyata sudah berdiri sejak tahun 1995. Bisnisnya pun beragam dan beberapa kali mengalami perubahan.

Bahkan, perusahaan itu pernah membuat kloningan dari konsol Nintendo Entertainment System.

Vivo dan Oppo dimiliki secara penuh oleh BBK. Sementara itu, OnePlus merupakan anak perusahaan dari Oppo. Oleh karena itu, OnePlus memang merupakan bagian dari BBK.

Oppo baru masuk ke dunia smartphone pada tahun 2008 lalu. Sebelum bermain di dunia ponsel, Oppo lebih banyak memproduksi dan mengembangkan perangkat pemutar DVD, Blu-ray, dan audio.

Menariknya, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Selasa (28/6/2016), Oppo tidak butuh waktu lama untuk bersaing di dunia smartphone, khususnya di China. Perusahaan itu dikatakan hanya butuh waktu lima tahun untuk sejajar dengan nama-nama besar lain, seperti ZTE, Huawei, dan Lenovo.

Sementara itu, Vivo berdiri sejak tahun 2009, tetapi baru mulai berjualan ponsel pada tahun 2011. Perangkat buatannya dikenal selalu dilengkapi dengan chip audio terpisah dan layar beresolusi tinggi.

Saking seriusnya di dunia audio, Vivo mendirikan sebuah laboratorium khusus audio di Shenzhen untuk keperluan penelitian.

Kembali ke BBK, perusahaan ini memiliki fasilitas produksi yang sangat besar, mencapai 10 hektar. Selain itu, perusahaan tersebut memiliki lebih dari 17.000 karyawan. Bisa dikatakan, BBK memiliki sumber daya yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi ketiga anak perusahaannya itu.

BBK pun tengah berencana untuk mendirikan anak perusahaan baru juga di dunia smartphone. Perusahaan yang dinamakan imoo ini nantinya akan banyak merilis perangkat bagi kalangan anak-anak untuk keperluan pembelajaran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X