Menkominfo Ingin Yogyakarta Lahirkan "Startup Unicorn"

Kompas.com - 14/08/2016, 12:32 WIB
Menkominfo Rudiantara saat bicara di hadapan peserta dan undangan sesi Ignition, Gerakan 1.000 Startup di Yogyakarta, Sabtu (13/8/2016) Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comMenkominfo Rudiantara saat bicara di hadapan peserta dan undangan sesi Ignition, Gerakan 1.000 Startup di Yogyakarta, Sabtu (13/8/2016)
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menantang para pemuda kreatif untuk ikut serta dalam usaha pengembangan 1.000 startup dan mewujudkan “unicorn” untuk Indonesia.

“Saya yakin banyak yang bisa bikin aplikasi di sini. Yogyakarta itu kota yang kreatif sekali, tapi lebih banyak diam dibandingkan dengan Jakarta atau Bandung,” ujar Rudiantara di hadapan peserta dan undangan sesi Ignition, Gerakan 1.000 Startup di Yogyakarta, Sabtu (13/8/2016).

“Maksud saya, bukan berarti Yogyakarta harus ikutan ramai. Saya berharap, semoga nanti dari sini banyak yang ikut jadi bagian 1.000 startup. Mungkin saja “Unicorn” baru nanti dari Yogya,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Chief RA itu menerangkan, Unicorn adalah istilah untuk menyebut sebuah startup yang memiliki nilai valuasi minimal 1 miliar dollar AS atau jika dirupiahkan sekitar Rp 13 triliun.

Harapan dari e-commerce

Di Indonesia sendiri, menurut Chief RA, baru ada satu startup yang masuk kategori tersebut, yaitu Go-Jek. Harapannya tahun ini akan ada lagi startup dari bidang apa pun yang bakal menjadi Unicorn.

“Harapannya bisa ada dua Unicorn lagi tahun ini. Entah itu Tokopedia, Kaskus atau yang lain. Mungkin juga dari Yogyakarta. Kan ada juga (startup) e-commerce di sini. Seperti Aino, pernah dengar nama itu tidak?” ujarnya.

“Saya pernah ke sana (Aino), cek sendiri dan melihat mereka membuat aplikasi untuk rekap hasil operasi MRT Jakarta,” imbuhnya.

Aino yang dimaksud oleh Chief RA adalah anak usaha PT Gamatechno Indonesia. Perusahaan yang bermarkas di Yogyakarta itu bergerak di bidang solusi smart city. Aino sendiri selama ini dikenal sebagai perusahaan yang menangani integrasi dan pengembangan sistem pembayaran TransJogja.

Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan program untuk mendorong percepatan pertumbuhan e-commerce serta startup di Tanah Air. Ada lebih kurang 9 kemementarian dan lembaga yang terlibat.

Jika pertumbuhan e-commerce dan startup berhasil dipercepat, harapannya, akan berdampak pada peningkatan nilai pasar e-commerce di Indonesia. Pada 2014, ujar Menkominfo, nilai ini mencapai angka 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 157,2 triliun.

“2020 nanti diprediksi akan naik hingga 130 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.703 triliun). Saya harap ada sebagian dari nilai itu yang diciptakan oleh Yogyakarta,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X