Kasus Google di Indonesia Menuju Tindak Pidana

Kompas.com - 20/09/2016, 14:45 WIB
Salah satu gedung di kantor pusat Google, Mountain View, California. Wicak Hidayat/KompasTeknoSalah satu gedung di kantor pusat Google, Mountain View, California.
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak akan meningkatkan kasus PT Google Indonesia ke penyidikan tindak pidana perpajakan. Langkah ini akan dilakukan jika dalam pekan ini, perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu bersikukuh menolak pemeriksaan.

”Kami sudah tingkatkan ke pemeriksaan terhadap bukti permulaan. Sedikit lagi ke penyidikan. Alasannya karena sudah ada indikasi pidana,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus Muhammad Haniv di Jakarta, Senin (19/9/2016).

Selama dua hari terakhir, menurut Haniv, DJP sudah meningkatkan status kasus Google ke pemeriksaan terhadap bukti permulaan. Sebagai responsnya, Google sudah menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi DJP.

”DJP masih mengharapkan itikad baik dari Google sebagai unit bisnis asing yang memperoleh penghasilan dari Indonesia yang nilainya sangat besar untuk membayar pajak. Jika yakin mereka tetap menolak pemeriksaan, kami akan segera naikkan ke penyidikan pidana dalam 2-3 hari ini,” kata Haniv.

Sejak beroperasi di Indonesia tahun 2011, menurut Haniv, Google sama sekali tidak membayar pajak ke Indonesia. Pada 2015, omzetnya sekitar Rp 6 triliun.

Berdasarkan Pasal 29 Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), DJP berhak memeriksa semua usaha di Indonesia. Dalam Pasal 39 disebutkan, menolak pemeriksaan diancam hukuman pidana.

Pada tahap pemeriksaan terhadap bukti permulaan, Google diharuskan membayar pajak terutang dan sanksi. Sanksinya sebesar 150 persen dari pajak terutang. Sementara jika sudah masuk proses hukum di pengadilan, ancaman hukumannya adalah penjara minimal 6 bulan sampai dengan 6 tahun penjara.

Perwakilan Google Indonesia melalui surat elektronik yang diterima Kompas menyatakan, pihaknya telah beroperasi di Indonesia sejak 2011 dengan nama PT Google Indonesia. Sejak itu, mereka taat membayar semua kewajiban pajak yang berlaku.

"Kami telah dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah, termasuk bertemu hari ini dengan para pejabat kantor perpajakan," jelas Head of Corporate Communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana pada Kompas, semalam. (MED/LAS)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X