Janji Trump Berperilaku Manis di Twitter Hanya Berumur Sehari

Kompas.com - 15/11/2016, 07:05 WIB
Pemenang pemilu Amerika Serika, Donal Trump, saat memberikan pidato kemenangandi New York City. Trump mengalahkan Hilary Cliton dalam pemungutan suara. CHIP SOMODEVILLAPemenang pemilu Amerika Serika, Donal Trump, saat memberikan pidato kemenangandi New York City. Trump mengalahkan Hilary Cliton dalam pemungutan suara.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Presiden terpilih AS, Donald Trump berjanji akan berhati-hati dan bersikap lebih manis dalam menggunakan media sosial, terutama Twitter. Namun sehari setelah mengumbar janji tersebut, Trump melanggarnya.

Dalam wawancara dengan stasiun TV CBS, akhir pekan lalu, seperti dirangkum KompasTekno dari Cnet, Selasa (15/11/2016), Trump berkata, "Saya akan membatasi diri, kalaupun saya akan menggunakannya (Twitter). Saya akan membatasi diri."

Tapi Trump tetaplah Trump. Hanya sehari setelah mengutarakan janjinya untuk lebih berhati-hati, dia kembali mengunggah pernyataan yang mengundang reaksi di Twitter.

Kali ini, Trump menuding salah satu media besar di AS, The New York Times telah melakukan peliputan yang tidak akurat mengenai "fenomena Trump". Koran itu disebut Trump tidak laku dan pelanggannya makin berkurang.


Pihak New York Times sendiri membantah tudingan Trump. Media besar di AS itu mengatakan Trump salah dalam menilai data jumlah sirkulasi koran terbarunya. Soal edisi cetak yang tidak banyak terjual, New York Times berdalih itu dikarenakan pelanggan versi digitalnya bertambah.

Pendongkrak popularitas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Donald Trump memang sosok yang kontroversial di Twitter. Presiden terpilh AS ini dikenal seringkali berkicau tentang topik sensitif seperti masalah rasisme sekaligus menyerang berbagai pihak, termasuk lawannya semasa kampanye, Hillary Clinton.

Trump turut mengakui bahwa media sosial telah membantu mendongkrak popularitas dirinya ketika berkampanye. "Saya pikir Anda tak bakal melihat sosok Donald Trump sebagai kandidat (Presiden AS) kalau tidak ada media sosial," lanjut dia.

Sebanyak 15 juta follower mengikuti akun Twitter milik Trump dengan handle @realDonaldTrump. Pengusaha sekaligus bintang reality show yang akan segera menjadi pemimpin negara adidaya ini diperkirakan memiliki 28 juta pengikut yang tersebar di berbagai platform media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.