Begini Cara Kenali Situs Web "Hoax" dan Penipu

Kompas.com - 15/12/2016, 19:13 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain

JAKARTA, KOMPAS.com - Di internet terdapat banyak situs hoax atau scam yang berniat menipu pengguna internet. Tujuan pembuatnya macam-macam, mulai dari mencuri uang seperti situs bank palsu, mencuri informasi pribadi, hingga mempengaruhi pandangan politik seperti yang dilakukan situs berita hoax.

COO Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi), Sigit Widodo mengatakan peredaran situs web hoax dan scam marak karena tools untuk membuat situs web semacam itu tersedia lengkap dan mudah untuk digunakan. Dia mencontohkan sebuah layanan yang bisa menjiplak tampilan sebuah website, hanya dengan memasukkan nama domain website yang ingin ditiru.

Menurut Sigit, ada kesamaan antara situs-situs hoax dan scam di internet. "Mereka rata-rata mengandalkan social engineering untuk menipu pengguna," katanya ketika berbicara dalam Seminar Evaluasi 2016 dan Trend Malware Indonesia 2017 oleh Vaksincom di Jakarta, Rabu (14/12/2016) lalu.

Social engineering berarti memanipulasi pengguna agar berpikir bahwa situs web hoax atau scam benar-benar merupakan situs resmi, sehingga terpancing mengikuti jebakan (phising).

Manipulasi bisa dilakukan lewat tampilan yang dibuat mirip situs resmi. Situs scam misalnya, bisa mengatasnamakan bank tertentu dan meminta transfer sejumlah uang.

Ada juga yang menyamar sebagai situs media sosial untuk membuat pengguna memasukkan username dan password.

Supaya tidak tertipu teknik social engineering, Sigit mengatakan ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk mengenali keaslian sebuah situs. Berikut ini selengkapnya.

 

1. Cek nama domain

Langkah pertama yang paling mudah adalah dengan melihat nama domain situs yang bersangkutan. Menurut Sigit, situs resmi pasti menggunakan domain sesuai nama perusahaan atau jasa. Apabila menggunakan domain umum seperti Blogspot, maka kesahihannya diragukan.

"Banyak orang yang tidak paham bahwa Blogspot itu domain blog, bukan situs resmi. Siapa pun bisa buat. Kalau bank misalnya, pasti pakai nama bank untuk website, tidak mungkin buat website lain seperti di Blogspot untuk membuat promosi," katanya.

Domain .id yang dikelola Pandi menurut Sigit relatif lebih aman karena pemiliknya harus mendaftarkan diri dengan memakai kartu identitas dan alamat asli. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada juga situs palsu yang memanfaatkannya, mengingat Blogspot pun kini telah menggunakan domain .co.id.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X