Bukalapak Resmikan Pusat Riset dengan 200 "Engineer" Lokal Tahun Ini - Kompas.com

Bukalapak Resmikan Pusat Riset dengan 200 "Engineer" Lokal Tahun Ini

Kompas.com - 10/01/2018, 18:15 WIB
CEO Bukalapak, Achmad Zaky di acara ulang tahun ke-8 Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/1/2018).Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com CEO Bukalapak, Achmad Zaky di acara ulang tahun ke-8 Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki 2018, layanan marketplace Bukalapak menargetkan pembangunan pusat riset dan pengembangan alias research and development center (RnD) di Bandung. Belum diumbar lokasi pastinya, yang jelas RnD itu akan berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dan mulai efektif beroperasi pada pertengahan tahun ini.

"Sebenarnya saat ini sudah ada 20 engineer kami untuk riset dan pengembangan produk. Kami targetkan dengan dibuka gedung khusus di Bandung, jumlah engineer-nya meningkat jadi 200 orang," kata pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, di acara perayaan ulang tahun Bukalapak yang ke-8, Rabu (10/1/2018), di Jakarta.

Pusat RnD nantinya tak hanya difokuskan pada pengembangan software, tetapi juga hardware. Semuanya semata-mata untuk peningkatan layanan Bukalapak bagi masyarakat modern.

"Semuanya untuk peningkatan produk dan service. Kalau hardware misalnya mengembangkan perangkat Internet of Things seperti drone untuk delivery atau smart speaker yang bisa dipakai belanja," Achmad Zaky menjelaskan.

Bandung sendiri dipilih sebagai kota untuk operasional RnD Bukalapak karena beberapa faktor. Salah satunya, Kota Kembang dinilai banyak mencetak mahasiswa-mahasiswa yang fokus di sektor teknologi, semisal dari ITB dan ITENAS. Selain itu, sedikit banyak ada alasan kedekatan emosional karena Achmad Zaky berasal dari Bandung.

Engineer lokal

Achmad Zaky ingin pusat RnD Bukalapak benar-benar menyerap tenaga kerja lokal. Ia mengklaim saat ini pegawainya di bidang teknis maupun non-teknis berasal dari Indonesia.

"Menurut saya di Indonesia potensinya masih banyak untuk dikembangkan. Bukalapak so far 100 persen Indonesia. Mereka jago kok pas kami ajarin. Talenta Indonesia punya daya saing sendiri," ia menuturkan.

"Yang kami pikirkan lebih ke jangka panjang. Kalau sumber daya lokal pintar, nanti akan ajakin adik kelasnya. Mungkin nanti mreka keluar dari Bukalapak bikin startup sendiri. Itu bagus buat ekosistem di Indonesia," ia menambahkan.

Memasuki usia sewindu, Bukalapak memiliki 35 juta pengguna aktif bulanan di seluruh Indonesia. Artinya, 30 persen netizen Tanah Air pernah berkunjung ke Bukalapak. Untuk jumlah pelapak, Bukalapak sendiri mengklaim ada sebanyak 2,2 juta.

Di samping itu, Bukalapak setiap harinya melayani sekitar 320.000-an transaksi. Layanan itu juga resmi mengukuhkan diri sebagai Unicorn ke-empat di Indonesia dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS. Sebelumnya, Unicorn di Indonesia adalah Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka.


EditorReska K. Nistanto

Komentar
Close Ads X