Nikon: Kamera “Mirrorless” Belum Dipakai Profesional

Kompas.com - 29/01/2018, 19:11 WIB
Nikon D5 dan Nikon 1 J5 NikonNikon D5 dan Nikon 1 J5
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa tahun belakangan, pabrikan-pabrikan kamera digital tipe mirrorless mulai merilis produk untuk membidik segmen fotografer profesional. Segmen ini biasanya didominasi oleh produsen kamera DSLR.

Sejumlah kamera mirrorles yang menyasar golongan profesional antara lain kamera seri X-T besutan Fujifilm, Sony A7 dan A9, serta Olympus E-M1 dan Panasonic GH.

 
Kendati demikian, Nikon Indonesia selaku salah satu penguasa pasar kamera DSLR profesional, merasa masih belum terancam oleh serbuan mirrorless di segmen ini. 
 
General Manager Nikon Indonesia, Sukimin Thio mengungkapkan pendapatnya bahwa kamera mirrorless, termasuk kategori premium seperti model-model yang disebut di atas, masih lebih banyak dipakai oleh para hobiis, alih-alih fotografer profesional,
 
“Kalau saya ke event besar seperti olahraga, saya tidak pernah lihat orang memotret dengan kamera mirrorless premium,” ujar Sukimin ditemui di sela peluncuran kamera DSLR Nikon D850 di Jakarta, Senin (29/1/2018). 
 
“Kalau untuk profesional, saya rasa mirrorless belum sampai sana, tapi kalau untuk segmen hobiis high end memang sudah mulai,” imbuhnya. 
 
Meski demikian, seiring dengan teknologinya yang terus berkembang, Sukimin menambahkan bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa di masa depan nanti kamera mirrorless bisa menggeser popularitas DSLR sebagai pilihan profesional.

Baca: Apa Itu Kamera Mirrorless, Bedanya dengan DSLR?

 
Oleh sebab itulah, menurut dia, pihaknya tak mau memandang kamera mirrorless sebagai pesaing DSLR. Sukimin mengatakan kamera mirrorless saat ini lebih berperan sebagai pengganti kamera saku yang sudah tergusur oleh smartphone.
 
Sukimin Thio (kanan), General Manager Nikon Indonesia di acara peluncuran DSLR full frame Nikon D850 di Jakarta, Senin (29/1/2018).Oik Yusuf/KOMPAS.com Sukimin Thio (kanan), General Manager Nikon Indonesia di acara peluncuran DSLR full frame Nikon D850 di Jakarta, Senin (29/1/2018).
“Pengguna-pengguna mirrorless kebanyakan adalah mereka yang beralih dari kamera saku ke mirrorless entry level. DSLR dan mirrorless punya pasar masing-masing, mirrorless tidak dianggap sebagai ancaman,” lanjut dia.
 
Mirrorless menanjak di Asia
 
Semakin lama, mirrorless semakin menunjukkan kencenderungan sebagai pilihan konsumen untuk kamera dengan lensa yang bisa diganti-ganti (kategori ILC: interchangeable lens camera), 
 
Data pengapalan global dari Asosiasi Produk Kamera dan Pencitraan (CIPA) misalnya, menunjukkan bahwa pada Oktober 2017 lalu, pengapalan kamera mirrorless mengalami kenaikan 12 persen secara year-over-year. Sementara, pengapalan DSLR turun 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Mirrorless terutama populer di wilayah benua Asia, yang menyumbang 50 persen dari total pengapalan kategori tersebut di seluruh dunia. Secara global, mirrorless sudah menguasai 36 persen pasaran ILC, menurut data CIPA hingga Oktober 2017 lalu.
 
Belakangan, pabrikan kamera mirrorless mulai merambah pasaran profesional dengan merilis produk yang bisa menyaingi kamera DSLR sekelas. Sony A9, yang diperkenalkan pada April 2017 misalnya, memiliki sensor full-frame 24 megapiksel dan sanggup menjepret 20 gambar per detik dengan continuous autofocus, layaknya DSLR yang biasa dipakai memotret event olahraga.

Baca juga : Kamera Mirrorless Tumbuh Pesat di Indonesia

 
Nikon sendiri memiliki lini produk kamera mirrorless seri “Nikon 1” yang sempat dirumorkan bakal dihentikan pengembangannya, namun hingga kini tetap dijual. Di Indonesia, Nikon memasarkan mirrorless tipe Nikon 1 J5. 
 
Pabrikan asal Jepang ini kabarnya sedang mengembangkan kamera mirrorless tipe baru yang dibekali sensor full-frame untuk pasar high-end, namun Sukimin mengatakan dirinya belum mengetahui perihal kamera yang bersangkutan. 
 
Menurut Sukimin, untuk wilayah Indonesia, kamera tipe mirrorless menyumbang 20 persen dari penjualan kamera Nikon. DSLR mendominasi dengan kontribusi lebih dari 50 persen. “Sisanya kamera saku, tapi saya rasa penjualan kamera saku tahun ini pasti turun lagi,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.