Lion Air Berharap Kurangi "Delay" lewat Kerja Sama dengan Honeywell

Kompas.com - 07/02/2018, 08:01 WIB
Pesawat Lion Air di airside Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/6/2016). KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Pesawat Lion Air di airside Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/6/2016).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Lion Air berupaya mengurangi delay (penundaan) dan pembatalan penerbangan lewat penandatanganan kontrak kerja sama dengan Honeywell Aerospace, terkait pengadaan dan suku cadang perangkat auxiliary power unit ( APU).

Kontrak ini digadang-gadang sebagai pengadaan APU terbesar sepanjang masa untuk wilayah Asia Pasifik. Kerja sama Lion Air dan Honeywell diumumkan di sela pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2018 di Singapura, Selasa (6/2/2018).

Adapun tipe APU yang akan dipasok Honeywell untuk Lion Air Group adalah APU seri 131-9a (untuk tipe Airbus) dan 131-9b (untuk tipe Boeing).

"APU Honeywell seri 131 akan membuat penerbangan kami tepat waktu, serta mengurangi delay dan pembatalan penerbangan," kata Rai Pering, Direktur Batam Aero Technic, anak usaha Lion Air yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat.

APU adalah mesin kecil yang letaknya berada di ekor pesawat. Mesin ini bekerja layaknya generator pemasok listrik saat mesin utama pesawat belum menyala. APU berperan penting saat pesawat berada di darat, seperti memasok listrik untuk pendingin udara (AC), listrik untuk radio, dan sistem elektronik di kokpit dan di kabin.

Mekanik pesawat membongkar perangkat APU di ekor pesawat A320.delticgroup.com Mekanik pesawat membongkar perangkat APU di ekor pesawat A320.
Jika APU bermasalah, sementara di bandara tertentu tidak meyediakan generator darat (ground power unit/GPU), maka penerbangan bisa tertunda atau bahkan dibatalkan.

Untuk mengurangi risiko kerusakan APU inilah maka Lion Air mengandalkan APU buatan Honeywell.

Dengan kerja sama ini, Honeywell akan memasok komponen APU beserta suku cadangnya untuk armada Airbus A320ceo (current engine option) dan A320neo (new engine option) yang dioperasikan oleh Lion Air Group.

Selain itu, Honeywell juga akan memasok suku cadang APU untuk armada Boeing B737 NG dan B737 MAX Lion Air Group.

Kesepakatan ini mencakup 620 pesawat, termasuk pesawat yang sudah dioperasikan oleh Lion Air Group, termasuk Thai Lion Air, Malindo, dan Batik Air, serta pesawat yang sedang dipesan dan akan dikirim di masa mendatang

Honeywell akan memberikan pasokan APU baru dan dukungan suku cadang APU untuk pesawat Airbus dan Boeing milik Lion Air selama 17 tahun ke depan.

Honeywell tak mau merinci berapa nilai kontrak pengadaan APU beserta suku cadangnya untuk Lion Air Group ini, meski diklaim sebagai yang terbesar di Asia Pasifik.

Diagram APU seri 131 buatan Honeywell Aerospace.Honeywell Aerospace Diagram APU seri 131 buatan Honeywell Aerospace.
"Sebagai gambaran, tahun sebelumnya kami mendapat pesanan 300-an APU, namun kini sudah ada 700-an," ujar Brian Davis, Vice President, Airlines, Asia Pacific, Honeywell Aerospace, saat berbicara kepada wartawan sejumlah media se-Asia Tenggara, termasuk Reska K. Nistanto dari KompasTekno.

Baca juga: APU Honeywell Jadi Kelengkapan Standar di Pesawat A320

Davis mengatakan bahwa kesepakatan ini dibuat dalam masa kritis, di mana penerbangan di wilayah Asia Pasifik semakin bertambah. Otomatis risiko kerusakan juga akan meningkat. Selain itu, industri perawatan pesawat di Asia Pasifik turut diramal akan tumbuh dua kali lipat pada 2025 nanti.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorOik Yusuf
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X