Kompas.com - 14/04/2018, 12:54 WIB
Logo Apple di Bill Graham Ciciv Auditorium, San Francisco, AS. The VergeLogo Apple di Bill Graham Ciciv Auditorium, San Francisco, AS.


KOMPAS.com - Apple tidak main-main dalam menghadapi para pembocor informasi. Pada 2017 lalu, diketahui ada 29 orang yang 12 di antaranya telah ditangkap pihak berwajib, lantaran mengumbar informasi rahasia perusahaan ke publik dan media.

Informasi rahasia tersebut termasuk rincian produk-produk Apple yang tengah dikembangkan dan belum dirilis (purwarupa), serta beberapa memo internal petinggi perusahaan pada karyawan.

Kabar penangkapan 12 orang pembocor informasi ini terungkap dari catatan internal perusahaan yang juga malah dibocorkan ke publik. Keduabelas orang ini di antaranya adalah karyawan Apple, kontraktor, dan beberapa mitra dalam rantai pasokan Apple.

Dalam memo tersebut disebutkan bahwa tindakan tegas ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk melacak serta membatasi informasi apa saja yang dibagikan karyawan ke publik. Pasalnya, kebocoran informasi ini sangat memengaruhi pendapatan perusahaan.

"Orang-orang ini tidak hanya kehilangan pekerjaan mereka, tapi juga akan sulit mencari pekerjaan di tempat lain," tulis perusahaan dalam memo internal tersebut.

Baca juga: Kaget Banyak Data yang Ditarik, Pendiri Apple Matikan Facebook

"Pada beberapa kasus, mereka akan menghabiskan waktu mereka di penjara dan denda besar untuk pencurian rahasia dagang yang diklasifikasikan sebagai kejahatan federal," lanjut pihak Apple, dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Sabtu (14/4/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bumbu penyedap

Dalam industri teknologi, khususnya untuk beberapa perusahaan besar semisal Apple yang mendapat sorotan publik, kebocoran informasi rahasia pada publik sejatinya bisa menjadi bumbu-bumbu penyedap perusahaan untuk "memainkan" emosi konsumen.

Ini juga tentu saja bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak rasa penasaran konsumen, sehingga bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendulang pendapatan. Meski demikian, tetap ada sisi negatif dari kebocoran informasi ini.

Dengan bocornya informasi rahasia ini tentu saja dapat dimanfaatkan oleh perusahaan kompetitor untuk menyiapkan produk serupa untuk menjadi pesaing pasar.

"Bocoran ini berbahaya karena bisa berdampak pada penjualan, pada kompetitor untuk mempersiapkan produk pesaing," tertulis dalam memo tersebut.

Dalam memo tersebut disebutkan juga beberapa informasi rahasia yang sempat bocor ke publik, yakni soal rencana penundaan fitur tambahan untuk perangkat lunak iPhone serta rincian iPhone X dan Apple Watch yang belum dirilis.

Meski demikian, Apple sendiri menyangkal kabar soal adanya memo internal yang bocor ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.