Pengguna Gmail Heran Akunnya Mengirim E-mail Tanpa Diminta

Kompas.com - 23/04/2018, 18:34 WIB
Aplikasi-aplikasi Google, termasuk Chrome, Gmail, Maps, Drive, dan YouTube.Ist Aplikasi-aplikasi Google, termasuk Chrome, Gmail, Maps, Drive, dan YouTube.

KOMPAS.com - Sejumlah pemilik akun Gmail melaporkan adanya temuan e-mail spam pada folder pesan terkirim mereka. Padahal pemilik akun mengaku tak pernah mengirim e-mail tersebut.

Terkirimnya e-mail spam secara misterius ini terjadi beberapa kali. Bahkan meski pemilik akun sudah mengganti password mereka, e-mail spam ini terus terkirim.

"Akun e-mail saya telah mengirim tiga e-mail spam dalam satu jam terakhir ke sekitar sepuluh alamat e-mail yang tidak saya kenali," ungkap Louis Morton, salah satu pengguna Gmail yang keheranan, seperti dikutip KompasTekno dari Mashable, Senin (23/4/2018).

"Padahal saya sudah mengganti password tapi ini terus terjadi. Saya juga sudah menandai e-mail tersebut sebagai spam," lanjut dia.

Bukan hanya Louis, pada halaman bantuan Google, beberapa pengguna lain pun mengaku mengalami kejadian serupa. Sama seperti yang terjadi pada Louis, meski pemilik telah mengganti kata sandinya beberapa kali, kejadian ini tetap terulang. 

"Ini juga terjadi pada saya. Saya sudah mencoba mengganti password dan keluar dari semua situs, tapi tetap saja terjadi lagi," tulis pengguna Anne Victoria. 

Menanggapi hal ini, pihak Google mengatakan bahwa kejadian misterius ini merupakan dampak dari sebuah kampanye pengiklan tak yang bertanggungjawab dan tengah ditangani oleh tim teknis.

"Kami telah mengidentifikasi dan mengklasifikasi ulang semua e-mail yang terindikasi spam. Jika Anda melihat e-mail yang mencurigakan, kami anjurkan untuk segera melaporkannya," ungkap tim Google.

Meski pihak Google sendiri mengklaim kejadian ini hanya dialami sejumlah pengguna, ini bisa menjadi pertanyaan besar terkait sistem keamanan serta otorisasi yang digunakan.

Sejauh ini Google menerapkan sistem verifikasi dua langkah keamanan bagi para pengguna Gmail yakni berupa SMS untuk mengirim kode verifikasi. Jadi selain memasukkan kata sandi, pengguna juga harus memasukkan kode verifikasi yang diterima melalui SMS.

Sedikit rumit memang, namun, metode otentikasi dua-langkah ini membuat akun diklaim lebih aman dari penyusup.

Oleh karena itu, kejadian terkirimnya e-mail spam secara misterius ini patut diwaspadai. Pasalnya tetap ada kemungkinan sistem keamanan ini memiliki celah bahkan lubang besar yang mungkin saja bisa disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca juga : Begini Wajah Baru Gmail setelah Dirombak Google



Close Ads X