Tinggalkan Facebook, Remaja Beralih ke YouTube dan Instagram - Kompas.com

Tinggalkan Facebook, Remaja Beralih ke YouTube dan Instagram

Kompas.com - 02/06/2018, 14:20 WIB
Logo YouTube.Reska K. Nistanto/Kompas.com Logo YouTube.

KOMPAS.com - Survei yang dilakukan oleh lembaga riset pasar Pew menemukan bahwa telah terjadi perubahan dalam preferensi remaja Amerika Serikat terhadap media sosial. Bila dulu remaja setempat gandrung pada Facebook, kini mereka memilih alternatif yang lebih visual, yakni Instagram, YouTube dan Snapchat.

Peringkat pertama dalam survei ini adalah YouTube, dengan proporsi 85 persen responden mengatakan bahwa mereka memakainya untuk menikmati konten video. Peringkat kedua adalah Instagram dengan proporsi 72 persen responden mengaku memakainya, kemudian di peringkat ketiga adalah Snapchat dengan proporsi 69 responden.

Sementara itu, sebagaimana dilansir KompasTekno dari TechCrunch, Sabtu (2/7/2018), Facebook hanya mencapai proporsi 51 persen. Ini mengindikasikan pemakainya merosot jauh ketimbang survei serupa pada 2015 silam. Ketika itu Facebook masih dipakai oleh 71 persen responden.

Persentase masing-masing platform media sosial berdasarkan pilihan remaja, dalam survei yang dilakukan oleh Pew Research Center PEW RESEARCH CENTER Persentase masing-masing platform media sosial berdasarkan pilihan remaja, dalam survei yang dilakukan oleh Pew Research Center
Salah satu faktor pendorong perubahan itu, menurut Pew, adalah tingkat kehadiran smartphone dalam kehidupan pengguna. Pada periode survei kali ini jumlah smartphone dan kekuatannya sudah meningkat pesat.

Sekitar 95 persen responden survei Pew yang datang dari kalangan usia 13 hingga 17 tahun tersebut mengatakan sudah memiliki akses ke smartphone. Sedangkan sisanya, terutama di keluarga dengan penghasilan rendah, mengatakan memiliki laptop dan komputer desktop.

Lebih rincinya, Pew juga menemukan bahwa 51 persen responden yang mengaku memakai Facebook berasal dari kelompok dengan rentang pendapatan yang variatif. Dari total responden kategori penghasilan tinggi ada 36 persen yang mengaku memakainya, sementara itu dari total responden berpenghasilan rendah ada 70 persen yang mengatakan memakainya.

Pew memberi catatan, survei yang mereka lakukan 2015 silam memang tidak menyertakan YouTube. Karena itu hasil yang diperoleh pada tahun ini tidak bisa dipakai untuk menyebutkan bahwa platform berbagi video itu lebih populer dari Facebook.

Survei Pew dilakukan pada periode 7 Maret hingga 10 April 2018. Laporan penelitian selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut.



Close Ads X