Ponsel Meledak Tewaskan CEO "Startup" Malaysia

Kompas.com - 19/06/2018, 07:13 WIB
Ilustrasi ponsel meledak iStockphoto/weerapatkiatdumrongIlustrasi ponsel meledak

KOMPAS.com - CEO startup funding, Cradle Fund Sdn Bhd (Cradle), Nazrin Hassan dinyatakan meninggal dunia akibat ledakan ponsel saat pengisian daya ( charging).

Manajemen Cradle mengonfirmasi penyebab kematian bukanlah smoke inhalation atau akibat menghirup asap karbonmonoksida seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Dari laporan post-mortem, disebutkan jika penyebab kematian adalah komplikasi luka bakar akibat ledakan ponsel yang sedang diisi daya di sampingnya," jelas manajemen Cradle.

Sebelum kejadian pada Kamis (14/6/2018), Nazrin sempat mengeluhkan migrain, lalu istirahat setelah meminum obat di kediamannya yang berlokasi di Mutiara Damansara, Petaling Jaya, Malaysia.

Dilansir KompasTekno dari Channel News Asia, Selasa (19/6/2018), adik ipar Nazrin menceritakan jika ponsel korban mengalami overheated lalu meledak dan mengakibatkan kebakaran di rumahnya. Dirinya tidak menyebutkan ponsel jenis apa yang meledak di kediaman Nazrin.

Baca juga: Ponsel Nokia Lawas Meledak, Tewaskan Seorang Remaja

Ledakan tersebut mengakibatkan trauma tumpul di bagian kepala belakang Nazrin, yang oleh dokter disebut sebagai penyebab utama ia meninggal dunia.

CEO startup funding, Cradle Fund Sdn Bhd (Cradle), Nazrin Hassan.Vulcan Post CEO startup funding, Cradle Fund Sdn Bhd (Cradle), Nazrin Hassan.
Saat kejadian, petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat, dan segera mengirim dua unit mobil serta 14 petugas. Pukul 12.46, petugas kebakaran tiba di lokasi dan api berhasil dijinakkan pukul 12.53.

Saat ditemukan, Nazrin sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa tubuh korban mengalami luka bakar 30 persen.

Menurut penuturan manajemen Cradle, Nazrin telah 15 tahun berdedikasi untuk startup itu.

"Visi dan cintanya terhadap inovasi akan selalu menjadi inti dari segala yang kita lakukan. Nazrin mencintai pekerjaannya, namun cinta terbesarnya adalah untuk anak dan istrinya," papar pihak Cradle.

Cradle merupakan startup di bawah Kementrian Keuangan Malaysia yang mendanai 700 wirausahawan dan startup di Negeri Jiran. Perusahaan tersebut turut berjasa memberikan pendanaan awal startup ride-hailing MyTeksi yang kemudian dikenal sebagai Grab.

Nazrin sukse mengawali langkah Cradle, yang pada tahun 2003 masih bernama Cradle Investment Programme (CIP). Sempat berpindah ke beberapa perusahaan, lulusan Universitas Buckingham, Inggris ini kembali lagi ke Cradle pada Oktober 2007.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X