Trump Tuding Hasil Pencarian Google Dimanipulasi

Kompas.com - 29/08/2018, 08:31 WIB
Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018). AFP/SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018).
|


KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan kritik pedas terhadap perusahaan teknologi. Kali ini ia menuding Google telah berlaku tidak adil terkait hasil pencarian dirinya pada mesin ini.

Trump menganggap Google hanya menyajikan  berita-berita negatif tentang dirinya dan membuat citranya semakin buruk di hadapan publik.

Dalam kicauannya, ia mengatakan bahwa raksasa mesin pencari ini hanya menampilkan berita-berita yang bersumber dari halaman-halaman palsu dan menuding Google telah memberangus media Republik/Konservatif.

"Hasil pencarian untuk 'Trump News' hanya menunjukkan hasil reportase dari media palsu. Dengan kata lain, mereka telah mengaturnya untuk saya dan yang lain, sehingga hampir semua cerita dan beritanya buruk," tulis Trump.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Rabu (29/8/2018), Trump bahkan menyatakan akan mengambil tindakan atas ketidakadilan ini. Kendati demikian ia tidak menyebutkan seperti apa tindakan yang akan diambil.

"Google dan yang lainnya menekan suara konservatif dan menyembunyikan informasi serta berita yang bagus. Mereka mengendalikan apa yang bisa dan tak bisa kita lihat. Ini adalah situasi yang serius dan akan diambil tindakan," lanjutnya.

Baca juga: Mulai Besok, Netizen Indonesia Tak Bisa Lagi Googling Gambar Porno

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi tuduhan ini, Google pun melontarkan bantahan dan menyatakan bahwa hasil pencarian pada mesin pencari tidak dimanipulasi untuk kepentingan politik. Hasil tersebut relevan dengan apa yang dicari oleh para pengguna.

"Saat pengguna mengetikkan kata kunci di mesin pencari, tujuan kami adalah memastikan mereka menerima jawaban yang relevan dalam hitungan detik," tulis Google dalam pernyataan resminya.

"Pencarian ini tidak digunakan untuk mengatur agenda politik. Setiap tahun, ratusan kali kami meningkatkan kemampuan alogaritma untuk memastikan agar dapat menampilkan konten berkualitas tinggi. Kami tidak pernah memberi hasil penelusuran untuk memanipulasi sentimen politik," lanjut Google.

Ini bukan pertamakalinya Donald Trump melontarkan kritikan pedas. Beberapa waktu lalu, tudingan serupa dilontarkan Twitter dan Facebook. Ia menilai kedua raksasa media sosial ini telah berlaku diskriminatif pada suara pendukung republik/konservatif.

Baca juga: 5 Isu yang Dihadapi Perusahaan Teknologi Setelah Trump Jadi Presiden

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.