Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Disney Plus Kenalkan Logo Baru

Kompas.com - 30/03/2024, 08:01 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber The Verge

KOMPAS.com - Layanan video streaming Disney Plus sedikit mengubah desain logo ikoniknya. Perubahan yang paling terlihat terletak pada aspek warna latar belakang logo, berubah dari warna biru tua ke warna teal/seafoam (mirip hijau tosca) baru.

Sejak dirilis pada tahun 2019, layanan Disney Plus atau Disney+ menggunakan warna biru tua yang sangat mengingatkan pada logo kastil Cinderella yang terkenal dari perusahaan tersebut.

Desain itu diperkenalkan pada Return to Oz tahun 1985, membuatnya ikonik dan menjadi kenangan masa kecil banyak orang. Kini logo tersebut resmi diganti.

Disney Plus belum mengungkap alasan mengubah logo ikoniknya. Namun, perombakan logo ini kemungkinan besar disebabkan oleh aksi merger Disney Plus dengan layanan streaming Hulu. Tak hanya itu, Disney Plus juga menerapkan animasi pembuka pada aplikasi dengan logo baru ini.

Hal ini terlihat dari warna logo baru seperti perpaduan antara warna brand biru tua milik Disney Plus (biru tua) dan hijau yang digunakan Hulu. Ilustrasi perpaduan keduanya bisa dilihat pada gambar di bawah.

Baca juga: Telkomsel Rilis IndiHome Paket Movie, Internet 100 Mbps Gratis Langganan Netflix dan Disney Plus

Pengguna Reddit Lanceoz membuat ilustrasi penggabungan warna logo Disney Plus yang lama (biru tua) digabungkan dengan warna hijau Hulu, akan menghasilkan warna teal atau biru tosca seperti logo baru Disney Plus.Disney / Hulu / Lanceoz Pengguna Reddit Lanceoz membuat ilustrasi penggabungan warna logo Disney Plus yang lama (biru tua) digabungkan dengan warna hijau Hulu, akan menghasilkan warna teal atau biru tosca seperti logo baru Disney Plus.

 

Belum diketahui apakah Disney akan membawa integrasi Hulu ke aplikasi Disney Plus Hotstar di Indonesia. Pantau KompasTekno, Sabtu (30/3/2024), logo atau pun animasi pembuka baru ini belum terlihat di aplikasi Disney Plus di Google Play Store.

Saat ini, Disney Plus yang terintegrasi dengan Hulu masih hanya tersedia di AS. Aplikasi Hulu juga tidak akan hilang. Meski ada integrasi dengan Hulu, harga langganan Disney Plus di AS juga tidak berubah.

Hulu diintegrasikan ke Disney Plus

Hulu sudah beroperasi selama 16 tahun. Layanan streaming ini pertama kali dirilis secara di AS pada 12 Maret 2008.

Hulu sebelumnya merupakan gabungan dari beberapa perusahaan raksasa seperti Disney, 21st Century Fox, Comcast, NBCUniversal, dan Warner Media.

Pada tahun 2019 Perusahaan Walt Disney membeli 20th Century Fox dan menjadi pemilik mayoritas Hulu. Disney juga mengakuisisi saham Warner Media di Hulu. Disney juga mengatakan, setelah tahun 2024, Disney akan membeli kepemilikan Comcast di Hulu.

Baca juga: Disney Resmi Caplok Layanan Video Streaming Hulu

Inilah yang terjadi saat ini sehingga Disney menjadi pemilik tunggal Hulu dan mengintegrasikannya ke aplikasi Disney Plus.

Dengan aksi korporasi ini, Hulu sekarang menjadi tile tersendiri di dalam aplikasi Disney Plus, di samping tile Marvel, Pixar, National Geographic, dan lainnya.

Dengan mengeklik tile Hulu, pengguna bisa menikmati konten Hulu seperti judul terkenal The Voice, Saturday Night Live, serial The Dropout dan The Handmaid's Tale.

Acara dan film Hulu juga akan muncul di hasil pencarian dan rekomendasi di Disney Plus. Jika berlangganan Hulu, pengguna akan mendapatkan seluruh judul acara.

Disney resmi mengintegrasikan layanan Hulu ke Disney Plus di AS.Disney Disney resmi mengintegrasikan layanan Hulu ke Disney Plus di AS.
Disney telah melakukan pengujian beta selama berbulan-bulan sebelum meluncurkan aplikasi dengan logo baru dan integrasi dengan Hulu.

Disney diketahui harus memindahkan lebih dari 100.000 aset individual dari Hulu ke Disney Plus agar integrasi ini berjalan mulus.

Hulu yang berusia 16 tahun, berjalan pada platform teknologi yang sangat berbeda dari Disney Plus yang berusia empat tahun. Jadi, Disney harus menyandikan ulang semua file video Hulu agar berfungsi di Disney Plus sebagai sistem perpustakaan tunggal.

Aaron LaBerge, presiden dan CTO Disney Entertainment dan ESPN mengatakan, hal ini dilakukan agar pihaknya memiliki metadata yang konsisten.

"Ketika semuanya sudah selesai, kami akan memiliki satu perpustakaan media utama untuk seluruh perusahaan yang memiliki format metadata yang konsisten, deskripsi konten, dan pengkodean pemutaran, yang merupakan kualitas tertinggi yang dapat dicapai oleh seluruh Perusahaan Walt Disney," kata LaBerge.

Metadata yang ditingkatkan membuat hal-hal seperti penelusuran menjadi lebih baik — dan juga meningkatkan personalisasi.

Dengan menyatukan segala sesuatu di latar belakang, Disney kini berencana menggunakan semua data perusahaan tentang pengguna untuk merekomendasikan hal-hal yang mungkin pengguna sukai. Apa yang pengguna tonton di Hulu akan memengaruhi rekomendasi di Disney Plus dan sebaliknya.

Seiring waktu, tujuannya adalah membuat semua layanan streaming Disney, dan bahkan mungkin seluruh Disney, dapat berfungsi dalam sistem tunggal ini, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Blok M dalam Bidikan Kamera Infinix GT 20 Pro

Blok M dalam Bidikan Kamera Infinix GT 20 Pro

Gadget
'Call of Duty Mobile Season 6' Dirilis, Ada Peta Baru dan Senjata 'Legendary' Permanen Gratis

"Call of Duty Mobile Season 6" Dirilis, Ada Peta Baru dan Senjata "Legendary" Permanen Gratis

Game
Jepretan Kamera Leica Xiaomi 14 untuk Street Photography, Warna Apik, Hitam Putih Asyik

Jepretan Kamera Leica Xiaomi 14 untuk Street Photography, Warna Apik, Hitam Putih Asyik

Gadget
Kamera Samsung Galaxy A55 Dipakai Merekam Suasana Blok M: Kontras dan Tajam

Kamera Samsung Galaxy A55 Dipakai Merekam Suasana Blok M: Kontras dan Tajam

Gadget
Sudut-sudut Kota Milan dan Stadion San Siro dalam Bidikan Kamera Realme GT 6

Sudut-sudut Kota Milan dan Stadion San Siro dalam Bidikan Kamera Realme GT 6

Gadget
Laptop Huawei MateBook X Pro dan MateBook 14 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Laptop Huawei MateBook X Pro dan MateBook 14 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Ini Harga Huawei MatePad 11.5 S di Indonesia, Tablet dengan Layar Bebas Pantulan Cahaya

Ini Harga Huawei MatePad 11.5 S di Indonesia, Tablet dengan Layar Bebas Pantulan Cahaya

Gadget
Ransomware pada PDN: Pentingnya 'Backup' dan 'Disaster Recovery'

Ransomware pada PDN: Pentingnya "Backup" dan "Disaster Recovery"

Internet
Segera Klaim! Ini 4 Kode Redeem 'Honor of Kings' Terbaru, Ada 'Starstones' dan 'Diamonds' Gratis

Segera Klaim! Ini 4 Kode Redeem "Honor of Kings" Terbaru, Ada "Starstones" dan "Diamonds" Gratis

Game
Mengenal PDN yang Diserang Ransomware, Data Center Penting buat Sistem Elektronik Pemerintah

Mengenal PDN yang Diserang Ransomware, Data Center Penting buat Sistem Elektronik Pemerintah

e-Business
Elon Musk Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi di Dunia

Elon Musk Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi di Dunia

e-Business
Kenapa Google Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Google Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Cara Mengatasinya

Software
Cara Membuat Video dari Teks dengan Dream Machine Luma AI, Gratis

Cara Membuat Video dari Teks dengan Dream Machine Luma AI, Gratis

Internet
Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Chiper yang Serang PDNS dan Minta Tebusan Rp 130 Miliar

Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Chiper yang Serang PDNS dan Minta Tebusan Rp 130 Miliar

e-Business
Aplikasi Video Profesional Blackmagic Camera Kini Hadir di Android

Aplikasi Video Profesional Blackmagic Camera Kini Hadir di Android

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com