Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Bayar Utang, Indosat Jual 2.500 Menara

Dibaca:
Komentar :
KOMPAS/RIZA FATHONI

Petugas memperbaiki menara BTS. Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indosat Tbk (ISAT) telah menyepakati penjualan 2.500 menara ke PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan anak perusahaan PT Solusi Menara Indonesia sebesar 519 juta dollar AS. Rencananya, dana hasil penjualan menara tersebut akan digunakan untuk membayar utang perseroan dan keperluan umum perusahaan.

Jumlah menara tersebut setara dengan 25 persen dari aset menara milik perseroan. Namun hasil penjualan menara tersebut tidak langsung dibayar tunai, melainkan ada pembayaran di muka sebesar 406 juta dollar AS dan potensi pembayaran maksimal yang ditangguhkan sebesar 113 juta dollar AS.  

Pembayaran dimuka akan terdiri dari uang tunai dan saham baru yang diterbitkan TBIG. Saham akan diterbitkan dengan harga berdasarkan trailing market price di selang waktu sebelum penutupan proses penjualan, dan diperkirakan mewakili sekitar 5 persen dari total modal saham TBIG dari penerbitan saham baru ini.  

Berdasarkan ketentuan penjualan, Indosat akan menyewa menara yang dijual untuk jangka waktu minimum 10 tahun sesuai harga pasar. Dengan pengalihan kepemilikan menara ini, Indosat akan menikmati penghematan signifikan dari sisi  pengeluaran untuk belanja modal dan operasional aset menara.  

Selain itu, Indosat telah merampungkan ketentuan-ketentuan preferensi dengan Tower Bersama sejalan dengan posisi Indosat sebagai  anchor tenant (penyewa utama). 

Hal ini merupakan  nilai tambah yang berarti untuk  Indosat yang didapat dari transaksi tersebut sebagai akibat dari realisasi penghematan selama jangka waktu sewa.

Harry Sasongko, Presiden Direktur dan CEO Indosat mengatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi Indosat untuk memberikan nilai atau meningkatkan produktivitas aset non-inti.

Selain itu diharapkan membuka kemungkinan bagi Indosat untuk semakin fokus pada layanan inti nirkabel dan mengoptimalkan operasi dan biaya.

"Penjualan ini memberikan hasil nyata imbal hasil investasi sekaligus membuka nilai dari sebagian  bisnis menara kami  dan membebaskan modal untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis inti," katanya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 16.27 WIB
Juni, BlackBerry Q10 Meluncur di Indonesia
Software
Sabtu, 18 Mei 2013 14.54 WIB
Kiprah Perempuan Pemimpin Teknologi di Google
e-Business
Sabtu, 18 Mei 2013 14.32 WIB
Nintendo Mencari Untung dari Pengguna Video
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 13.27 WIB
Seperti iPhone, iPad Juga Bisa BBM-an?
Internet
Sabtu, 18 Mei 2013 12.52 WIB
Napi Rusia Kalahkan Napi AS Lewat Skype
TERPOPULER
Kamis, 16 Mei 2013 11.48 WIB
BBM di Android dan iOS, Apa Guna BlackBerry?
Rabu, 15 Mei 2013 17.53 WIB
Kapan BBM Sambangi Android dan iPhone?
Kamis, 16 Mei 2013 17.58 WIB
Kesan Pertama Menjajal BlackBerry Q5
Jumat, 17 Mei 2013 17.19 WIB
Microsoft Ejek Google di Parodi Iklan Chrome
Rabu, 15 Mei 2013 15.03 WIB
Dua Xperia Harga "Sedang" Hadir di Indonesia
Jumat, 17 Mei 2013 16.00 WIB
Sitra Wimax Hentikan Layanan Internet
Kamis, 16 Mei 2013 11.21 WIB
Bill Gates Ingin seperti Steve Jobs
Rabu, 15 Mei 2013 12.09 WIB
Bos BlackBerry: Saatnya BBM Berdiri Sendiri
Kamis, 16 Mei 2013 13.39 WIB
Kapan BlackBerry Q5 Masuk Indonesia?