Demokrat Akan Telusuri Penyadap Pidato SBY

Dibaca:
Komentar :
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustofa.

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustopa, mengatakan, partainya akan menelusuri pembuat rekaman pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan pengurus DPP Partai Demokrat, 1 April lalu, yang bocor ke publik.

Pasalnya, dalam rapat internal dengan penjagaan super ketat di Kantor DPP Partai Demokrat di Kramat Raya, Jakarta Pusat, itu tak ada orang luar selain kader Demokrat dan Presiden SBY.

"Kami akan coba mengklarifikasi. Kami mencoba tindak lanjuti tentang kebenaran bocornya pidato Pak SBY. Kalau memang benar, bocor itu dari mana," ujar Saan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Ia menyayangkan jika benar rekaman itu bocor, karena pidato Ketua Dewan Pembina Demokrat itu hanya untuk konsumsi partai semata. "Kami menyayangkan kalau benar itu bocor. Kalau benar kami akan cari motifnya apa, kesengajaan atau ketidaksengajaan. Kalau ada yang mengeluarkan, kami akan cari motifnya," ujarnya.

Seperti diberitakan, dalam pidato itu Presiden SBY mencurahkan kekecewaannya secara gamblang atas dinamika politik yang terjadi, khususnya di sekretariat gabungan. Meski menyatakan setuju dengan pemerintah, ternyata sejumlah partai koalisi, menurut dia, memiliki agenda-agenda sendiri yang tersembunyi. SBY juga menegaskan bahwa kelompok-kelompok yang tidak menyetujui kenaikan harga BBM pada dasarnya bukan membela kepentingan rakyat. Namun, ingin menjatuhkan pemerintahan.

Editor: A. Wisnubrata

 

TERBARU
Internet
Rabu, 23 Juli 2014 09.36 WIB
MH17 Ramai Jadi Kedok Spam
Internet
Selasa, 22 Juli 2014 18.37 WIB
Ainun Najib, Teknologi Informasi untuk Negeri
Gadget
Internet
Selasa, 22 Juli 2014 16.28 WIB
Prabowo dan #PresidenBaru Mendunia
Software
Selasa, 22 Juli 2014 16.27 WIB
Geser Ayam, Demi Hindari Bom
TERPOPULER
Selasa, 22 Juli 2014 13.24 WIB
Ini Akun Instagram Si Cantik Sabina Altynbekova
Rabu, 16 Juli 2014 16.28 WIB
Pengguna Kartu SIM Lama Wajib Registrasi Ulang
Senin, 21 Juli 2014 15.09 WIB
Waspada, Berita Pilpres Bohong dari Situs Ini
Jumat, 18 Juli 2014 10.58 WIB
Selamat Tinggal Android Nokia X
Jumat, 18 Juli 2014 09.05 WIB
Crowdsourcing, Jurus Jitu Awasi Pemilu