Go-Jek: Investasi Astra dan Djarum Sepaket dengan Google - Kompas.com

Go-Jek: Investasi Astra dan Djarum Sepaket dengan Google

Kompas.com - 13/02/2018, 11:56 WIB
Kantor Go-Jek IndonesiaReska K. Nistanto/KOMPAS.com Kantor Go-Jek Indonesia

KOMPAS.com - Dua perusahaan lokal Indonesia, PT Astra Internasional dan PT Global Digital Niaga (GDN), anak usaha perusahaan modal ventura Global Digital Prima (GDP) milik Djarum Group, telah resmi mengumumkan investasi untuk perusahaan layanan on-demand berbasis aplikasi, Go-Jek.

Dalam acara pengumuman investasi oleh GDN, Senin, (12/2/2018) kemarin, Presiden dan Co-founder Go-Jek Andre Sulistyo mengatakan bahwa Astra dan Djarum termasuk dalam konsorsium investor yang menanam modal dalam sesi pengumpulan dana terbaru Go-Jek.

“Ini (investasi oleh GDN) adalah bagian dari fundraising terkini, bersama Astra dan Google,” sebut Andre ketika menanggapi pertanyaan wartawan dari panggung acara.

“Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sudah ada ketertarikan investor Indonesia terhadap startup teknologi,” imbuhnya.

Selain Astra dan Djarum, konsorsium investor dalam sesi pendanaan terbaru Go-Jek ikut melibatkan sejumlah perusahaan besar lain yang ikut menanam modal, seperti Google yang disebutkan oleh Andre. Temasek Holdings, Meituan-Dianping,  dan Warburg Pincus dikabarkan ikut serta pula.

Founding round teranyar Go-Jek itu disinyalir sudah berlangsung sejak tahun lalu, namun baru ditutup belakangan ini setelah investor-investor yang terlibat masuk secara bertahap.

Nilai dana yang terkumpul secara gabungan diduga mencapai kisaran 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

Astra mengumumkan pihaknya menanam modal sebesar 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2 triliun, sementara GDN tak merinci berapa nilai investasinya. Demikian juga dengan Google yang hanya mengumumkan telah berinvestasi di Go-Jek dalam sebuah posting blog tanpa menyebut angka.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Google sang raksasa internet menanam modal 100 juta dollar AS atau lebih dari Rp 1,3 triliun di Go-Jek.

Rencana kerja sama

Selain menerima suntikan modal,, CEO Go-Jek Nadiem Makarim menerangkan pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan para investor barunya. Kolaborasi dimaksudkan untuk memadukan kelebihan core business dari para investor dengan Go-Jek.

Untuk Astra,  Nadiem mengatakan bentuk kerja sama antar kedua pihak di masa depan bisa mencakup hal-hal yang menjadi kekuatan bisnis inti Astra, terutama berkaitan dengan industri otomotif.

"Ada banyak hal terkait kendaraan seperti leasing, distribusi, asuransi, dan lain-lain yang bisa membantu kesejahteraan dan kenyamanan para driver kami dan konsumen," ujar Nadiem usai acara pengumuman investasi oleh GDN di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Selain itu, Nadiem turut mengungkap peluang Go-Jek melakukan ekspansi ke Papua, terutama karena dealer Astra juga sudah menjangkau daerah paling timur di Indonesia tersebut.

Untuk GDN, Nadiem menerangkan kerja sama dengan Go-Jek akan diawali dengan fokus ke para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), baik dalam bidang pembayaran, logistik, atau lain-lain yang sedang dieksplorasi oleh kedua pihak.

Sedangkan, dengan Google, Nadiem mengatakan  pihaknya berniat melakukan kolaborasi dengan sang raksasa internet, terutama dalam hal engineering dan kecerdasan buatan yang menjadi kekuatan utama Google.

"Hal-hal yang berhubungan dengan AI (artificial intelligence, kecerdasan buatan), machine learning, dan berbagai otomatisasi sedang kami eksplorasi dengan Google," pungkasnya.

Baca juga : Berapa Jumlah Pengguna dan Pengemudi Go-Jek?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X