Salin Artikel

Amazon Rilis 80 Produk dan Fitur Baru di Re:Invent 2018

Ada hal menarik dalam pengumuman sejumlah produk baru itu, yakni memanfaatkan lirik dalam lagu sebagai asosiasi dari keinginan konsumen dengan apa yang bisa Amazon Web Services (AWS) berikan. Salah satunya adalah lagu milik Queen, “I Want It All”.  

“Para pengembang selalu punya ambisi ingin semuanya dan ingin semua itu terwujud sekarang,” kata Andy Jassy, CEO AWS saat menjadi pembicara kunci, Rabu (28/11/2018). 

“Atas dasar itulah, kami mengembangkan sejumlah fitur baru untuk membantu pengembang mewujudkan keinginannya. Sebab, prinsip kami adalah ‘Kami berada di sini untuk membantumu’,” tuturnya melanjutkan. 

Pengembangan Machine Learning menjadi fokus utama AWS. Jassy membeberkan ada 13 kemampuan baru dari pelayanan Machine Learning AWS. 

“Salah satunya adalah pengembangan Amazon Extract. Melalui fitur ini, pengembang bisa dengan mudah mengekstraksi data berbentuk teks maupun visual dari berbagai macam dokumen,” kata Jassy. 

Menurut Jassy, kelebihan utama dari Amazon Extract adalah proses dokumentasi berlangsung secara otomatis tanpa terlebih dahulu menginput data atau membuat aturan pemrograman. Pengalaman penggunaan Machine Learning tidak terlalu krusial dibutuhkan. 

Amazon Personalize menjadi fitur baru lain yang diperkenalkan pada Selasa lalu dengan memanfaatkan machine learning.

Fitur tersebut akan mempelajari data pengguna AWS dan memprosesnya sehingga akan memberi kemudahan  dalam menentukan rekomendasi produk yang diinginkan, seperti musik, film, atau artikel paling pas untuk mereka.  

“Dengan fitur ini, kita bisa mendapatkan personalisasi secara real time sehingga memudahkan pengembang untuk menawarkan produknya sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Teknologi ini sama seperti yang kami gunakan untuk Amazon.com,” ucap Jassy. 

Fitur baru lain dari machine learning yang dianggap bisa menjawab kebutuhan pelanggan adalah Amazon Forecast. Teknologi tersebut akan memudahkan perusahaan untuk membuat proyeksi terkait dengan rencana bisnisnya dalam beberapa tahun mendatang. 

“Selama ini, rencana bisnis perusahaan biasanya hanya menggunakan data masa lalu dan memproyeksinya untuk masa depan dengan menginput target dan tingkat pertumbuhan tahunan mereka,” ujar Jassy. 

“Akan tetapi, dalam kondisi disrupsi seperti saat ini, ada banyak faktor lain yang juga bisa memengaruhi ketepatan proyeksi. Sebut saja kondisi alam,” tuturnya melanjutkan. 

Amazon Forecast diharapkan bisa menjawab ketidaktepatan proyeksi karena faktor yang tak diperkirakan. Dalam melakukan analisis, data historis dan data kasual digunakan untuk melakukan proyeksi. 

Data historis seperti jumlah inventori dan proses distribusi produk, dipadukan dengan data kasual seperti cuaca dan kondisi pasar - misal saat ada diskon untuk sejumlah event tertentu. Data tersebut lantas dimasukkan lalu dianalisis Amazon Forecast melalui sembilan tahapan. 

“Dengan menggunakan Amazon Forecast, pengguna tidak hanya akan mendapatkan proyeksi yang 50 persen lebih akurat. Namun, mereka juga bisa mereduksi biaya menjadi lebih hemat,” kata Jassy. 

Inovasi pada machine learning memang yang terbanyak dan diperkenalkan langsung oleh CEO AWS. Beberapa fitur baru lain diperkenalkan secara bergantian oleh para petinggi Amazon lain, yaitu Peter DeSantis, Terry Wise, dan Chief Technical Office (CTO) AWS, Dr. Werner Vogel.

https://tekno.kompas.com/read/2018/11/30/09010017/amazon-rilis-80-produk-dan-fitur-baru-di-re-invent-2018

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.