Mak Itam dan KA Wisata Resmi Beroperasi di Sumbar - Kompas.com
PARIWISATA

Mak Itam dan KA Wisata Resmi Beroperasi di Sumbar

Kompas.com - 23/02/2009, 00:07 WIB

Sawahlunto, Kompas - Lokomotif uap Mak Itam dan kereta api wisata Danau Singkarak siap melayani wisatawan yang hendak menikmati pemandangan alam dari Kota Padang Panjang menuju ke Kota Sawahlunto.

Kedua sarana transportasi wisata itu diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal dan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Sabtu (21/2).

Kereta api wisata akan difungsikan untuk melayani jalur dari Stasiun Padang Panjang ke Stasiun Sawahlunto. Kereta ini melewati tepi Danau Singkarak sepanjang 19 kilometer. Lokomotif yang digunakan adalah lokomotif diesel yang mempunyai gigi. Lokomotif bergigi ini sanggup menarik gerbong melewati jalur menanjak dan menurun di sepanjang rute tersebut.

Adapun Mak Itam akan difungsikan untuk jalur Stasiun Sawahlunto-Muara Kalaban yang berjarak tujuh kilometer. Lokomotif uap memang tidak digunakan untuk jarak jauh mengingat usia lokomotif ini sudah tua.

Menteri mengatakan, pengembangan kereta api wisata ini merupakan bagian dari revitalisasi kereta api seperti yang diharapkan Presiden.

”Dalam rangka revitalisasi kereta api, semua jalur bisa direvitalisasi dan ditumbuhkembangkan. Kereta api bisa menjadi bagian penting dari program pengembangan industri di Indonesia yang berbasis tiga T, yakni turisme, telekomunikasi, dan transportasi,” kata Jusman.

Dia juga akan menambah sejumlah gerbong penumpang untuk pengembangan kereta wisata di Sumatera Barat. Gerbong kereta diperkirakan rampung dikerjakan PT Inca pada bulan Oktober.

Gubernur Gamawan Fauzi meminta pemda yang dilewati oleh kereta api menyediakan titik-titik perhentian wisata. Jalur Padang Panjang-Sawahlunto, menurut Gamawan, berpotensi menjaring wisatawan. Apalagi, tanggal 29 April mendatang akan dilaksanakan Balap Sepeda Internasional Tour d’Singkarak, yang diikuti 15 negara.

Gubernur juga berharap kereta api wisata juga dikembangkan untuk jalur Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh. Jalur ini merupakan bagian dari rangkaian kereta api yang dibangun Belanda di Sumatera Barat.

Saat ini kondisi rel di sepanjang jalur tersebut rusak. Sebagian jalur kereta malah dibangun perumahan oleh penduduk setempat. ”Kami akan membongkar rumah-rumah yang tumbuh di atas rel,” katanya. (ART)

 

 


Editor

Close Ads X