Kompas.com - 27/08/2012, 17:22 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com — Sembilan anggota dewan juri persidangan Apple vs Samsung di Pengadilan San Jose, California, Amerika Serikat, menilai bahwa Samsung melanggar paten Apple, Jumat (25/8/2012). Samsung diminta membayar denda 1.051 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9 triliun.

Sebelum persidangan ini dimulai pada 31 Juli lalu, James Dobson, seorang konsultan juri dari Empirical Creative, sempat mengkhawatirkan ada ketidaknetralan berpikir di antara para juri yang berpihak kepada Apple.

"Jika saya adalah Samsung, maka saya akan khawatir tentang keberpihakan juri kepada Apple, mengingat Apple adalah majikan yang sangat besar di AS," kata Dobson. "Pada umumnya juri ingin melakukan hal yang benar dan memutuskan hal yang bermanfaat."

Apple merupakan perusahaan Silicon Valley, lokasi pusat industri teknologi di AS. Banyak anggota dewan juri sidang Apple vs Samsung yang tinggal dan bekerja di sana.

Meski demikian, salah seorang anggota juri Manuel Ilagan mengatakan, dewan juri memastikan tidak ada bias "kampung halaman" dalam keputusan ini. Tiap-tiap anggota, lanjut Ilagan, memiliki keahlian dan memainkan peran yang membantu proses pengambilan keputusan.

Ilagan sendiri adalah sarjana teknik mesin yang bekerja sebagai insinyur sistem untuk Western Electronic dan sebagai insinyur aplikasi di Stanford Telecom.

Ketua Dewan Juri Velvin Hogan sebelumnya telah dipercaya menjadi anggota juri persidangan sebanyak tiga kali. Ia mendirikan perusahaan yang memiliki sejumlah paten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian ada juri Peter Catherwood, manajer proyek perusahaan operator seluler AT&T. Dua perempuan juri, Luzviminda Rougieri dan Aarti Mathur, bertugas menjaga diskusi agar fokus pada penilaian dan aturan. Empat dari sembilan anggota juri lainnya punya pengalaman bekerja untuk perusahaan teknologi seperti Intel dan AT&T.

Dewan juri punya tugas berat bahwa mereka bekerja selama empat pekan dan mempertimbangkan 700 pertanyaan tentang klaim hak paten, baik dari Apple maupun Samsung. Mereka juga menilai satu per satu perangkat yang disebut telah melanggar hak paten.

Ada pihak yang berpendapat bahwa dewan juri mengambil keputusan dengan terburu-buru, hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Bahkan, ada spekulasi yang menyebut juri mengejar "target" agar keputusan dikeluarkan pada akhir pekan.

Ahli hukum paten sekaligus Direktur Konsultan Litigasi DOAR Roy Futterman mengaku terkejut ketika juri bisa mengambil keputusan dengan cepat, mengingat kasus ini sangat kompleks. "Bagi saya itu mengejutkan karena mereka kembali dalam waktu cepat, tapi sepertinya mereka melakukan banyak pekerjaan dalam waktu singkat," ucap Futterman.

Vonis yang disampaikan para juri hampir semuanya mendukung Apple. Samsung dinilai melanggar 6 dari 7 hak paten milik Apple.

Ilagan mengatakan, bukti-bukti yang dihadirkan Apple dalam persidangan sangat kuat dan berhasil meyakinkan para juri. "Kami berpihak kepada Apple karena bukti-bukti yang mereka sajikan," kata Ilagan seperti dikutip dari CNet. "Itu jelas ada pelanggaran."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.