Thumbstory, Aplikasi untuk Penggemar Cerpen

Kompas.com - 28/05/2013, 14:34 WIB
EditorReza Wahyudi

Screenshot aplikasi Thumbstory

 

KOMPAS.com - Tak banyak aplikasi mobile yang khusus dirancang bagi mereka yang menggemari cerita pendek. Apalagi, aplikasi buatan Indonesia. Nah, Thumbstory adalah salah satu di antaranya.

Aplikasi dari Gramedia Majalah ini memudahkan pengguna perangkat mobile, dalam hal ini ponsel Android, untuk menulis, membaca dan berbagi cerita pendek.

Seperti bisa direka dari namanya, Thumb (jempol) dan Story (cerita), aplikasi ini terfokus pada cerita yang dibuat menggunakan jempol, alias ditulis di perangkat mobile.

Setiap cerita yang dituliskan memiliki batasan 300 - 5.000 kata, seperti layaknya cerita pendek. Terdapat 5 kategori pilihan (Comedy, Romance, Thriller, Adventure, Scifi) serta satu kategori bebas (Other).

Aplikasi ini dikatakan sudah diunduh hingga 6.000 kali, dengan pengguna aktif rata-rata 3.000 akun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk bisa berpartisipasi dalam Thumbstory, pengguna perangkat Android bisa mengunduh aplikasi ini (Gratis) dari Google Play Store. (Dijanjikan nantinya juga akan ada versi untuk perangkat iOS.)

Setelah itu, saat pertama kali menggunakannya, akan ada permintaan untuk Sign In atau Sign Up (bagi yang belum memiliki akun).

Screenshot aplikasi Thumbstory

Fungsi utama dari Thumbstory adalah pembuatan cerita, oleh karena itu tombol dengan logo "jempol" akan langsung membawa pengguna ke fitur penulisan cerita.

Editor cerita memiliki tampilan cukup bersih dengan gaya seperti tempat menuliskan email. Fasilitasnya tampak benar-benar difokuskan pada penulisan.

Pengguna bisa menuliskan judul cerita dan memilih genre ceritanya sesuai kategori yang ada.

Nah, fitur yang cukup menarik, adalah kemampuan untuk menyimpan cerita yang belum selesai dituliskan. Cerita ini akan disimpan di dalam perangkat dan bukan di cloud, sehingga untuk mengaksesnya lagi harus pada perangkat yang sama.

Setelah selesai menuliskan cerita, pengguna bisa memilih gambar untuk cover cerita tersebut. Di sini juga ada fitur yang menarik, yaitu mengambil koleksi foto di Instagram untuk dijadikan cover.

Hal yang cukup penting adalah, saat cerita selesai ditulis dan kemudian dipublikasikan, cerita itu bisa dibagikan ke jejaring sosial. Jangan khawatir, mereka yang tidak memiliki akun Thumbstory juga bisa membaca cerita yang disebarkan.

Screenshot aplikasi Thumbstory

Sayangnya, cerita yang sudah diterbitkan tidak bisa disunting lagi. Ini agak menyulitkan apabila terdapat kesalahan pada naskah, misalnya salah ketik dan sejenisnya.

Secara keseluruhan Thumbstory punya potensi jadi semacam storytelling platform bagi penggemar cerita pendek. Sedikit banyak, hal ini juga diharapkan bisa menumbuhkan minat membaca dan menulis bagi pengguna mobile di Indonesia.

Catatan Redaksi: Kompas.com dan Gramedia Majalah merupakan anak usaha dari Kompas Gramedia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.