Kapan iPhone 5S dan 5C Masuk Indonesia? - Kompas.com

Kapan iPhone 5S dan 5C Masuk Indonesia?

Kompas.com - 19/09/2013, 08:19 WIB
Apple

KOMPAS.com — Pada pengumuman iPhone 5S dan iPhone 5C 10 September lalu, Apple turut menginformasikan tanggal rilis duet smartphone barunya tersebut, yakni pada 20 September 2013.

Akan tetapi, baru sembilan negara yang bakal menerima iPhone 5S dan iPhone 5C pada tanggal tersebut, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Australia, Jepang, China, dan Singapura.

Negara-negara lain akan menyusul setelahnya. Apple berjanji iPhone 5S dan 5C bakal dirilis di 100 negara lewat lebih dari 270 operatur seluler menjelang akhir tahun ini, pada Desember 2013.

Apakah Indonesia termasuk di antara 100 negara tersebut? Bisa jadi. Berkaca dari peluncuran produk terdahulu, iPhone hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan sebelum mampir di pasaran Tanah Air.

Pola rilis yang dijanjikan Apple untuk iPhone 5S dan 5C pun serupa dengan iPhone 5 yang mulai dilepas ke pasaran dunia pada 21 September 2012 dan masuk ke Indonesia pada pertengahan Desember 2012.

Memperkuat dugaan tersebut, berdasarkan pantauan Kompas Tekno saat ini, situs resmi Ditjen Postel sudah menampilkan daftar tiga perangkat "iPhone" baru yang sedang dalam proses pengujian untuk memperoleh sertifikat Kementerian Kominfo.  

Dua dari perangkat yang didaftarkan pada 13 September lalu itu memiliki kode " APPLE-A1529" alias iPhone 5C dan "APPLE-1530" alias iPhone 5S. Satu perangkat lagi dengan kode "APPLE-A1387" tak lain adalah iPhone 4S model baru yang memiliki on-board storage 8GB.

Ada kemungkinan bahwa ketiga perangkat ini akan memasuki pasaran Indonesia dalam waktu bersamaan.

Tertarik membeli? Bersiaplah merogoh kocek dalam-dalam. Di Amerika Serikat, iPhone 5C dibanderol mulai harga 549 dollar AS atau sekitar Rp 6,4 juta rupiah untuk versi 16 GB, sementara iPhone 5S dihargai mulai 649 dollar AS atau sekitar Rp 7,6 juta untuk versi 16 GB.

Adapun iPhone 4S 8GB ditawarkan seharga 450 dollar AS atau sekitar Rp 5,3 juta. Boleh jadi harga-harga tersebut akan melambung lebih tinggi di pasaran Indonesia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisOik Yusuf
EditorWicak Hidayat
Komentar
Close Ads X