BlackBerry Mulai PHK Karyawan

Kompas.com - 10/10/2013, 14:26 WIB
Keyboard BlackBerry Q5 terasa keras ketika digunakan untuk mengetik Oik Yusuf/KOMPAS.comKeyboard BlackBerry Q5 terasa keras ketika digunakan untuk mengetik
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com — BlackBerry berencana melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) terhadap 4.500 karyawan di kantor pusatnya di Waterloo, Ontario, Kanada. Awal pekan ini, rencana tersebut mulai direalisasikan.

Pada Senin (7/10/2013), BlackBerry melakukan PHK terhadap 300 karyawan. "Kami berada dalam masa transisi dan kami harus fokus pada peningkatan hasil keuangan agar berada dalam posisi yang lebih baik untuk bersaing dalam lingkungan mobile saat ini," tulis juru bicara BlackBerry dalam sebuah pernyataan kepada AllThingsD.

Belum diketahui, karyawan divisi mana saja yang terkena PHK. Namun, seorang sumber tepercaya mengatakan, hampir semua divisi bisnis akan terkena dampak PHK.

Juru bicara mengatakan, BlackBerry akan memperlakukan karyawan yang dikenai PHK secara baik, sambil menawarkan dukungan selama masa transisi.

Selama tiga kuartal ke depan, perusahaan akan melanjutkan rencana PHK 4.500 karyawan, atau 40 persen dari total karyawan BlackBerry secara global. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya operasional, yang ditargetkan bisa mencapai 50 persen hingga 2015.

Rencana PHK ini diumumkan setelah BlackBerry mengalami kerugian 1 miliar dollar AS pada kuartal kedua 2013, di tengah persaingan bisnis ponsel pintar yang kini dikuasai platform Android dan Apple iOS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AllThingsD
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X