Tiap Opera Mini Diunduh, Rp 1.000 untuk Anak Prasejahtera

Kompas.com - 23/10/2013, 10:49 WIB
Sekretaris jenderal YCAP Iskandar Irwan Hukom menerangkan program Browse for Change dalam acara pengumuman di Jakarta, Selasa (22/10/2013) oik yusuf/ kompas.comSekretaris jenderal YCAP Iskandar Irwan Hukom menerangkan program Browse for Change dalam acara pengumuman di Jakarta, Selasa (22/10/2013)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Sekretaris jenderal YCAP Iskandar Irwan Hukom menerangkan program Browse for Change dalam acara pengumuman di Jakarta, Selasa (22/10/2013)

KOMPAS.com — Bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Opera Software mengumumkan digelarnya program donasi "Browse for Change". Tujuannya mengajak para pengguna internet mobile untuk berpartisipasi membantu anak prasejahtera yang dididik melalui institusi pendidikan YCAB.

Untuk ikut serta dalam program donasi, partisipan tinggal mengunduh perangkat lunak peramban Opera Mini lewat tautan http://micropage.opera.com/bfc/. Untuk setiap download yang dilakukan, Opera Software akan menyumbangkan dana sebesar Rp 1.000 ke YCAB.

"Program CSR (corporate social responsibility) ini adalah cara kami memberi kembali. Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting bagi kami," ujar Wakil Presiden Eksekutif Opera Software Tove Selnes dalam acara pengumuman di Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Ditambahkan oleh Wakil Presiden Senior Opera Software Asia Fabrizio Caruso, pihaknya sengaja memilih Opera Mini dikarenakan kemudahan pakai software tersebut yang bisa digunakan di banyak jenis perangkat, termasuk feature phone. Dengan begitu, diharapkan jumlah pengunduh akan banyak.

Program Browse for Change akan berjalan selama tiga bulan dari 22 Oktober 2013 hingga 21 Januari 2014. Besarnya dana yang berhasil terkumpul akan ditampilkan secara real time di situs microsite Opera. Seremoni penyerahan donasi akan dilakukan pada bulan yang sama dengan berakhirnya program.

YCAP sendiri adalah yayasan non-profit yang berfokus pada pendidikan anak prasejahtera dan putus sekolah. Kegiatan mendidik dilakukan melalui learning center bernama "Rumah Belajar" yang tersebar di 47 titik di beberapa wilayah di Indonesia.

Sekretaris Jenderal YCAP Iskandar Irwan Hukom menerangkan bahwa dua materi edukasi utama yang diberikan oleh yayasannya adalah kemampuan komputer dan berbahasa Inggris. "Karena anak-anak perlu kemampuan ini untuk di era global," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X