Kurangi Produksi, HTC Tutup Pabrik?

Kompas.com - 25/10/2013, 08:57 WIB
HTC One HTC One
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — HTC diduga kuat sudah mulai mengurangi produksi dari ponsel pintarnya. Dugaan tersebut muncul setelah salah seorang jurnalis asal Reuters mengunjungi pabrik HTC yang terletak di dekat kota Taipei, Taiwan.

Pada saat kunjungannya tersebut, reporter ini tidak melihat sebuah pabrik yang sedang bekerja keras memproduksi perangkat untuk dijual oleh HTC. Sebagai gantinya, seperti dikutip dari Cnet, Kamis (24/10/2013), reporter tersebut malah melihat sebuah loading dock dalam keadaan tertutup dan sebuah pengumuman yang tergantung di pintu dekat lobi.

"Lobi sementara ditutup untuk digunakan. Terima kasih untuk kerja sama Anda," tulis pengumuman tersebut.

Setelah menanyakan perihal penutupan tersebut, Reuters langsung melaporkan bahwa HTC kemungkinan besar sudah menutup salah satu lini produksi ponsel pintarnya.

Dengan ditutupnya salah satu pusat produksi, maka dapat dipastikan jumlah produksi ponsel pintar HTC akan sedikit banyak berkurang. Apakah permintaan perangkat HTC sedang rendah sehingga HTC memutuskan untuk menutup salah satu pabriknya?

Pihak HTC sendiri membantah dugaan tersebut. Dalam konfirmasinya kepada situs Cnet, pihak HTC menyatakan bahwa mereka tidak menutup salah satu pabrik dan sama sekali tidak memiliki rencana tersebut.

"HTC tidak menutup atau memiliki rencana menjual aset pabriknya," kata perwakilan HTC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reuters sendiri mendapatkan jawaban senada dari HTC. Namun, dua dari empat orang dalam HTC yang ditanya oleh Reuters membeberkan bahwa dua lini produksi HTC memang telah digabung menjadi satu lini.

Penggabungan ini, menurut sang sumber, mengurangi kapasitas produksi ponsel HTC, dari 2,5 juta unit per bulannya menjadi hanya sekitar 1,5 juta unit saja. Sumber tersebut juga mengabarkan sebuah berita yang mengejutkan, HTC akan menjual salah satu pabriknya yang sudah tidak terpakai.

Setelah masa puncak beberapa tahun silam, HTC mulai mengalami kerugian, dampak dari menurunnya jumlah penjualan perangkat. Hal tersebut terlihat dari laporan keuangan kuartal III tahun fiskal 2013. HTC mengalami kerugian per kuartal pertama dalam sejarah perusahaan, semenjak berubah menjadi perusahaan publik pada 2002 silam.

Dalam laporan keuangan yang belum diaudit, HTC mencatat kerugian sebesar 2,97 miliar dollar NT atau sekitar 101 juta dollar AS (Rp 1,1 triliun).

Untuk kembali bangkit, beberapa waktu lalu Peter Chou, CEO HTC, telah mengumumkan akan lebih fokus terhadap inovasi dan pengembangan produk. Ia juga akan menyerahkan beberapa pekerjaannya kepada chairwoman dan founder Cher Wang.



Sumber CNET

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.