Apple dan Samsung Berdebat soal Denda

Kompas.com - 15/11/2013, 20:23 WIB
iPhone 5S dan iPhone 5C dalam pengujian Android Authority Android AuthorityiPhone 5S dan iPhone 5C dalam pengujian Android Authority
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Perseteruan Apple dan Samsung kembali memanas pada Rabu (13/11/2013). Seperti yang diberitakan Reuters, Apple kembali menghadapi Samsung Electronics di pengadilan. Menurut pengacara Apple, Harold McElhinny, Samsung harus membayar 379,8 juta dollar AS karena melanggar lima paten milik iPhone.

Hal tersebut diutarakan oleh McElhinny di hadapan juri pengadilan negara bagian di San Jose, California. Sementara dalam pembelaannya, pengacara Samsung, William Price, mengatakan, kliennya seharusnya hanya membayar 52,7 juta dollar AS.

Perseteruan tentang hak paten antara kedua perusahaan elektronik ini telah berlangsung sejak lama. Tahun lalu, Samsung harus membayar lebih dari 1 miliar dollar AS kepada Apple setelah pengadilan memutuskan Samsung telah melanggar hak paten iPhone.

Menurut Apple, paten yang dilanggar Samsung adalah desain yang mirip dengan iPhone dengan tampilan rata berlayar hitam serta fitur pinch to zoom.

Tahun lalu menjadi puncak tuntutan Apple terhadap sistem operasi Android milik Google, yang digunakan smartphone Samsung. Hakim wilayah Lucy Koh di San Jose kemudian menolak tuntutan Apple untuk melarang penjualan sejumlah perangkat genggam Samsung di pasar Amerika Serikat. Bagaimanapun, Apple tetap mengajukan banding.

Kemudian pada bulan Maret, Koh menemukan bukti bahwa terdapat beberapa kesalahan keputusan yang diambil juri, yang memprediksi ganti rugi sebesar 400 juta dollar AS. Kemudian dibukalah persidangan ulang.

Pada pengadilan Rabu lalu inilah McElhinny mengatakan bahwa Samsung telah menjual sekitar 10,7 juta smartphone yang melanggar paten Apple. Keuntungan yang diraup Samsung dari penjualan tersebut sekitar 3,5 miliar dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

McElhinny juga memutar video presentasi Steve Jobs saat meluncurkan iPhone pertama kali pada tahun 2007. "Jika Apple menginvestasikan semua waktu dan biaya perusahaan, dan produknya tidak berfungsi, maka ini suatu kegagalan besar," ujar McElhinny di hadapan juri.

Sementara William Price mengatakan bahwa 52 juta dollar AS ini bukan jumlah yang kecil untuk dibayarkan Samsung. Walau Samsung terbukti melanggar hak paten, menurut Price, ide-ide yang dipatenkan tersebut sudah ada sebelumnya, bukan ide baru. "Apple hanya mencoba mendapatkan uang lebih banyak lagi," Price mencibir.

Persidangan kasus Apple dan Samsung ini akan berlangsung dalam sepekan di US District Court, Northern District of California.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.