Kompas.com - 19/11/2013, 11:33 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pornografi anak menjadi sorotan perusahaan-perusahaan teknologi akhir-akhir ini. Pelaku kejahatan (paedofil) ternyata memanfaatkan media Internet dan mesin pencari untuk mencari mangsa. Beberapa perusahaan teknologi berupaya menanggulanginya. Seperti yang dilakukan Microsoft dan Google.

Dikutip dari Cnet, Minggu (17/11/2013), kedua raksasa teknologi tersebut turut serta memerangi penyebaran foto dan video yang mengandung unsur pornografi anak di Internet. Keduanya berencana memblokir konten yang mengandung kekerasan seksual anak dari hasil mesin pencari mereka.

Untuk melakukan pemblokiran tersebut, diperkirakan ada 100.00 istilah yang dimasukkan dalam daftar terlarang. Pembatasan yang awalnya akan dilakukan di negara-negara berbahasa Inggris ini nantinya akan dilanjutkan ke lebih dari 150 negara dalam jangka 6 bulan.

"Kami telah mempekerjakan 200 orang untuk mengembangkan teknologi baru yang bisa menangkal kejahatan ini," ujar Chairman Google, Eric Schmidt. Menurutnya, situs pencari Google telah dikonfigurasi ulang untuk mencegah ditampilkannya tautan ke materi kejahatan pornografi anak.

Begitu gambar atau konten ditengarai sebagai konten porno, maka konten tersebut akan ditandai dan segera dihapus dari sistem Google. Menurut Schmidt, teknologi deteksi ini adalah hasil ciptaan Microsoft. "Microsoft layak mendapatkan kredit karena telah mau mengembangkan dan membagi teknologi deteksi foto ini," ungkapnya. Teknologi milik Microsoft ini juga telah digunakan Facebook.

Database yang dihimpun Google nantinya juga bisa digunakan perusahaan lain. Rencananya pada bulan Juni 2014 database tersebut bisa diakses oleh semua perusahaan teknologi, penegak hukum, dan lembaga amal di seluruh dunia.

YouTube juga tak mau ketinggalan. Situs web berbagi video tersebut mengembangkan teknologi baru yang bisa mendeteksi konten ponografi anak. YouTube juga akan mengupayakan agar teknologinya bisa digunakan oleh perusahaan Internet lain serta agensi perlindungan anak.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengapresiasi langkah kedua perusahaan teknologi di atas. Ia menganggap apa yang dilakukan Google dan Microsoft adalah kemajuan yang signifikan. "Kampanye yang dilakukan Google dan Microsoft membuahkan penurunan pencarian konten ilegal sebesar 20 persen, langkah ini telah membuat perubahan," ujar Cameron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.